Dua Korban Tewas Bom Makassar Bisa Dikenali

Jusuf Kalla mengatakan pelaku peledakan di malam takbiran sudah keterlaluan. Sebelas saksi diperiksa Polwiltabes Makassar, Sulsel. Peledakan McDonald`s diduga berhubungan dengan anti-Amerika Serikat.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Desember 2002, 20:30 WIB
Liputan6.com, Makassar: Jumlah korban tewas dalam ledakan di restoran cepat saji McDonald`s yang terletak di Mal Ratu Indah, Makassar, Sulawesi Selatan, bertambah menjadi tiga orang. Dua dari tiga korban bisa dikenali yaitu Gufron Rosadi, 60 tahun, petugas satuan pengamanan McDonald`s dan Ratna Trisnawati, 19 tahun, pengunjung restoran warga Jalan Gunung Merapi. Gufron, purnawirawan Polri, menghembuskan nafas di ruang gawat darurat Rumah Sakit Akademis Makassar. Seorang koban yang ditemukan di kamar mandi pusat perbelanjaan belum diketahui identitasnya [baca: baca: McDonald Makassar Dibom, Seorang Tewas]. Sedangkan korban luka-luka berjumlah sepuluh orang.

Koresponden SCTV Muhammad Takbir melaporkan, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 18.50 WITA di McDonald`s yang saat itu dipadati pengunjung. Ledakan berikutnya terjadi di Warung Cotto Bagadang di Jalan Urip Sumoharjo dan Showroom Mobil NV Haji Kalla. Pelaku peledakan di tempat ini diperkirakan orang yang sama. Pasalnya, letak warung Cotto Bagadang dan showroom tersebut hanya berjarak sekitar 200 meter. Dua jam kemudian, pengelola Gedung Panakukang Country Club juga mengaku menerima ancaman peledakan bom.

Pemilik Cotto Bagadang Haji Ahmad sempat melihat dua orang berjaket hitam yang mengendarai vespa menjatuhkan benda yang diduga bom. Aparat kepolisian telah mengambil pecahan bom. Polisi mengamankan kedua lokasi ledakan dan mengirim tim pusat laboratorium forensik untuk memeriksa. Namun jenis bahan peledak yang digunakan di kedua tempat tersebut belum diketahui. Sejauh ini, Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar tengah memeriksa 11 saksi.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla menyesalkan peledakan yang dilakukan di malam takbiran itu. "Itu sudah sangat keterlaluan," ujar Jusuf. Dia yakin polisi akan mencari dan menemukan pelaku. Dia juga tak bisa memastikan motif para peneror tersebut. Namun, dia tak percaya ledakan tersebut dilancarkan karena aktivitasnya sebagai "motor damai" dalam Kasus Poso dan Maluku. "Saya kira tidak karena semua kelompok rela bersatu," kata pemilik showroom yang meledak itu.

Jusuf menjelaskan, ledakan di showroom miliknya relatif kecil. Kaca-kaca ruangan berkeping-keping dan plafon rusak karena kemungkinan alat peledak diletakkan di depan kaca. "Tapi tidak menimbulkan suatu kerusakan yang besar," kata Jusuf, yang berencana meninjau lokasi ledakan besok.

Lebih jauh dia memperkirakan kasus ini terkait gerakan radikal yang berhubungan di Jawa dan Makassar. Karena jumlah tersangka Bom Bali bertambah dan ditangkap di Jawa [baca: Mukhlas Mengaku Sebagai Perencana Bom Bali]. "Mungkin kawan-kawannya, karena institusi mereka kan ada di sana," kata dia. Tapi Jusuf juga tak menampik ledakan itu ditujukan pada dirinya yang juga anggota Kabinet Gotong Royong. Soal peledakan di McDonald`s, menurut dia kemungkinan karena berhubungan dengan anti-Amerika Serikat.

Sekadar mengingatkan, Makassar pernah juga diguncang bom pada Oktober silam. Kala itu, bom menggetarkan restoran Kentucky Fried Chicken yang berada di Kompleks Panakukang Mas, Jalan Pengayoman, Makassar. Jendela dan pintu masuk kedai ayam goreng produk Amerika Serikat itu hancur. Ledakan juga merusak sejumlah rumah dan toko di sekitar lokasi [baca: Restoran KFC di Makassar Dibom]. Diduga teror tersebut berkaitan dengan aksi anti-AS.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya