Liputan6.com, Jakarta - Ballon d'Or dianggap sebagai penghargaan paling bergengsi yang bisa dimenangkan seorang pesepak bola. Penghargaan itu bisa dimenangkan berdasarkan penampilan dalam satu tahun kalender.
Dalam 12 tahun terakhir, hanya tiga pemain yang bisa memenangkan Ballon d'Or. Luka Modric dapat mematahkan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pada 2018 setelah memimpin Kroasia jadi runner up Piala Dunia 2018.
Advertisement
Sejak dimulai pada 1956, Ballon d'Or tidak pernah dimenangkan oleh satu pemain lebih dari tiga kali sebelum Messi dan Ronaldo mentas di dunia sepak bola. Messi memenangkan enam kali, sementara Ronaldo lima kali.
Karena Ballon d'Or hanya dianugerahkan kepada satu pemain setiap tahun, membuat banyak pesepak bola terbaik yang tidak dapat memenangkan penghargaan prestisius itu.
Berikut 5 pesepak bola terbaik yang tidak pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or seperti dikutip dari Sportskeeda.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini
5. Ferenc Puskas
Ferenc Puskas masih dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik. Pemain Hungaria itu memukau dunia dengan kehebatannya dalam mencetak gol.
Dia memulai untuk Budapest Honved di Hungaria sebelum pindah ke Real Madrid. Di raksasa Spanyol itu Puskas menunjukkan kecemerlangannya.
Puskas memenangkan tiga kejuaraan Eropa bersama Real Madrid, sepuluh kejuaraan nasional (lima di antaranya bersama Los Blancos). Dia juga membawa Hungaria meraih medali emas Olimpiade 1952.
Sayangnya, Puskas sudah berusia 29 tahun ketika Ballon d'Or pertama kali diberikan. Meski mencetak banyak gol dalam beberapa tahun ke depan, dia cuma menempati posisi tiga besar Ballon d'Or sekali - pada 1960 - yakni finis di posisi kedua.
Mempertimbangkan eksploitasi bintangnya, Ferenc Puskas tetap menjadi salah satu pemain terhebat yang tidak pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or.
4. Paolo Maldini
Paolo Maldini masih dianggap sebagai salah satu bek terhebat dan terbaik. Bermain hanya untuk satu klub, yaitu AC Milan selama 25 musim, dia memenangkan 25 trofi, termasuk lima penghargaan Eropa dan tujuh gelar Serie A.
Bek Italia ini memiliki peluang terbaik untuk memenangkan penghargaan Ballon d'Or pada 1994 saat AC Milan memenangkan Liga Champions, Serie A, Supercoppa Italiana, dan Piala Super UEFA. Tapi, dia hanya mencapai tiga besar dengan finis di belakang Hristo Stoichkov dan Roberto Baggio.