Kenaikan Kasus Aktif COVID-19 Jakarta Capai 8.000 dalam 5 Minggu Terakhir

Lima minggu terakhir kasus aktif COVID-19 di Jakarta tembus 8.000 jiwa

oleh Fitri Haryanti Harsono diperbarui 14 Jun 2021, 10:20 WIB
Warga menjalani rapid test antigen di Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Penumpang bus yang tiba maupun akan berangkat diwajibkan menjalani pengecekan bebas COVID-19 melalui rapid test antigen atau GeNose. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan kasus aktif COVID-19 di Jakarta mencapai 8.000 dalam lima minggu terakhir. Data tersebut dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada 9 Mei dan 12 Juni 2021.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, memaparkan tren pergerakan jumlah kasus aktif di 34 provinsi dengan melihat perbandingan jumlah kasus aktif pada 9 Mei dan 12 Juni 2021.

"Kalau kita lihat di sini, ada beberapa provinsi yang perlu mendapatkan perhatian, karena dalam waktu 5 minggu terakhir terjadi kenaikan yang sangat signifikan dari jumlah kasus aktif. Yang pertama adalah DKI Jakarta," papar Dewi saat Rapat Koordinasi Satgas Nasional pada Minggu, 13 Juni 2021.

"Saat ini, kenaikannya sudah mencapai 8.000, disusul dengan Jawa Tengah, kenaikan 7.900. Lalu Provinsi Aceh naik 2.295, Kepulauan Riau naik 1.900, dan Jawa Timur naik di angka 1.063."

Dari data kenaikan kasus aktif COVID-19 di atas, 5 provinsi tersebut harus mendapat perhatian. Ini karena ada kenaikan sebesar lebih dari 1.000 kasus aktif.

"Sehingga 5 provinsi ini perlu mendapat perhatian, karena dalam waktu 5 minggu terakhir terjadi kenaikan lebih dari 1.000 jumlah kasus aktif," lanjut Dewi.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

2 dari 4 halaman

Persentase Kasus Aktif COVID-19 dalam 6 Hari Terakhir

Petugas mengambil sampel lendir hidung untuk pemeriksaan tes Swab antigen kepada pengendara motor di pos pemeriksaan kesehatan, Cikarang, Sabtu (22/5/2021). Ada 14 orang dari 4.406 pengendara motor yang terindikasi positif COVID-19 pada arus balik 16-22 Mei 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, data tren persentase kasus aktif per 12 Juni 2021 terlihat ada beberapa provinsi yang sedang mengalami peningkatan kasus cukup tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan.

"Jadi, persentase kasus aktif meningkat, di antaranya adalah Provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Aceh," ujar Dewi Nur Aisyah.

"Kemudian Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Lampung, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Banten, Maluku, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat."

Lebih lanjut, kata Dewi, dalam 6 hari terakhir terdapat 18 provinsi dengan kenaikan persentase kasus aktif COVID-19, sedangkan 16 provinsi lain mengalami penurunan.

Selanjutnya, perkembangan angka kematian terjadi tren kenaikan di beberapa provinsi, antara lain, Jawa Timur, Aceh, Bali, Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Papua, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan barat.

"Dalam 6 hari terakhir, terdapat 13 provinsi dengan tren kenaikan persentase angka kematian, 11 provinsi menurun, dan 10 provinsi lainnya berada pada angka yang tetap," tambah Dewi.

3 dari 4 halaman

Kenaikan Kasus Aktif Harus Diperhatikan Pemda

Calon penumpang mengikuti layanan pemeriksaan tes antigen di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengoperasikan Terminal Kampung Rambutan pasca berakhirnya peraturan larangan mudik Lebaran 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dewi Nur Aisyah juga memaparkan, rata-rata kenaikan kasus aktif COVID-19 pada 7 hari terakhir dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini dihitung berdasarkan 7 days moving average.

"Contohnya, Riau trennya menurun, sempat naik lalu turun. Sehingga perhitungan 7 days moving average menjadi acuan atau lampu kuning. Angka ini menjadi alarm setiap daerah dan perhatian kepada para pemimpin daerah untuk bersiap jika memang terjadi kenaikan lebih lanjut," terangnya.

"Pada saat ini, dalam 7 hari terakhir memang ada tren kenaikan di 22 provinsi dan 12 provinsi lainnya memiliki tren penurunan berdasarkan jumlah kasus aktif."

Dewi berpesan, dalam 4 pekan ini kasus aktif terus naik di beberapa provinsi. Harapannya, pemimpin daerah dapat melihat perkembangan jumlah kasus aktif yang terjadi di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi jika terjadi kenaikan lebih lanjut dalam beberapa hari atau pekan ke depan.

4 dari 4 halaman

Infografis 5 Benda Harus Sering Dibersihkan Hindari Covid-19

Infografis 5 Benda Harus Sering Dibersihkan Hindari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya