PT Sony Akan Menutup Pabrik di Indonesia

Pemerintah akan membentuk tim nasional untuk investasi dan ekspor, menyusul rencana penutupan pabrik PT Sony Electronics Indonesia. Presiden Megawati yang akan memimpin tim ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 November 2002, 08:17 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sony Corporation dari Jepang berencana menutup PT Sony Electronics Indonesia, pabrik audionya di Indonesia, akhir Maret 2003. Menurut Juru Bicara Sony Corporation Yusho Shichijo, penutupan ini bagian dari kebijakan efisiensi Sony di Asia Tenggara. Bila rencana ini direalisasikan, tak tertutup kemungkinan sekitar 1.100 buruh Sony di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, akan dirumahkan.

Ketika ditemui SCTV, Rabu (27/11), Ketua Serikat Karyawan PT Sony Electronics Indonesia Yudi Winarno mengaku terkejut atas rencana penutupan pabrik. Penutupan pabrik pasti akan membingungkan karyawan. Menurut Yudi, sudah tiga pekan belakangan ini rumor penutupan pabrik beredar di karyawan. Namun, baru dua hari silam, manajemen Sony Indonesia memperlihatkan surat dari kantor pusat Sony di Jepang.

Dalam surat itu, kata Yudi, disebutkan bahwa Sony Corporation akan memindahkan pabriknya ke Malaysia. Alasannya, perusahaan itu akan merestrukturisasi dan reorganisasi bisnis di kawasan Asia Tenggara. Namun, alasan utama karena biaya produksi di Indonesia jauh lebih mahal dibanding negara lain. Yudi menolak alasan tersebut. Menurut dia, para karyawan tak pernah merasakan kekosongan order. Volume produksi Sony juga tak pernah menurun.

Pada tahun 1999 jumlah pabrik Sony di seluruh dunia mencapai 70 unit. Namun, pada tahun 2002, jumlahnya akan diperkecil menjadi hanya 54 pabrik. Pada tahun 2000, Sony juga telah menutup unit produksi televisi dan memecat sedikitnya 500 karyawan.

Penutupan pabrik Sony jelas pukulan telak bagi pemerintah Indonesia. Apalagi, saat ini pemerintah tengah giat-giatnya mencari modal asing. Untuk mengantinsipasi hal ini, pemerintah akan membentuk tim nasional untuk investasi dan ekspor. Menurut Kepala Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Theo F. Toemeon, tim nasional ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Megawati Sukarnoputri.

Theo menambahkan, langkah utama tim nasional ini adalah mengatasi berbagai persoalan lintas sektoral dan departemen yang timbul sebagai akibat dari rencana penutupan pabrik Sony. Tim ini juga akan segera menerapkan langkah-langkah untuk mencegah investasi lain hengkang dari Indonesia. Rencana penutupan pabrik Sony, kata Theo, karena persoalan pajak, bea cukai, dan faktor penyelundupan. Sony menilai semua kendala itu membuat biaya produksi menjadi mahal.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya