4 Alasan Mengapa Lionel Messi Tidak Pernah Bisa Memenangi Ballon d'Or Lagi

Lionel Messi telah memenangkan enam penghargaan Ballon d'Or, terbanyak dalam sejarah. Namun, bintang Barcelona itu diprediksi tidak pernah bisa memenangi lagi.

oleh Bogi TriyadiDiperbarui 17 Mei 2021, 13:38 WIB
Pemain Barcelona Lionel Messi memegang trofi Ballon d'Or 2019 di Chatelet Theatre, Paris, Prancis, Senin (2/12/2019). Messi mengukir sejarah dengan memenangkan Ballon d'Or untuk keenam kalinya. (AP Photo/Francois Mori)

Liputan6.com, Barcelona - Lionel Messi telah menjadi pesepak bola yang sensasional untuk beberapa waktu sekarang. Messi sudah memenangi enam penghargaan Ballon d'Or.

Pencapaian itu membuat Lionel Messi menjadi pesepak bola yang paling banyak memenangkan Ballon d'Or. Yang terbaru datang pada 2019, ketika dia mengalahkan bek tengah Liverpool Virgil van Dijk dan bintang Juventus Cristiano Ronaldo.

Sementara untuk Ballon d'Or 2020 sudah resmi dibatalkan. France Football (FF), selaku penyelenggara, menjelaskan pandemi Covid-19 yang merajalela sejak awal tahun lalu membuat jadwal kompetisi sepak bola di seluruh dunia menjadi rusak.

Akibatnya, ada penyesuaian di sana-sini yang terpaksa dilakukan otoritas sepak bola, baik level nasional, regional, hingga FIFA. Sehingga, majalah asal Prancis itu tak punya pilihan selain membatalkannya.

Ada berbagai alasan mengapa Ballon d'Or 2019 berpotensi menjadi yang terakhir bagi Lionel Messi. Berikut empat alasannya seperti dikutip dari Sportskeeda:

 

Saksikan Video Lionel Messi di Bawah Ini


4. Usia Lionel Messi

Striker Barcelona, Lionel Messi, tampak kecewa usai gagal menaklukkan Atletico Madrid pada laga Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Sabtu (8/5/2021). Kedua tim bermain imbang 0-0. (AP Photo/Joan Monfort)

Lionel Messi adalah pemain terpenting Barcelona. Tapi pada usia 33, tidak bisa diharapkan Messi akan bertahan selamanya.

Setelah melakukan debutnya untuk Barcelona pada 2004, pemain timnas Argentina ini konsisten hadir di starting XI sejak saat itu. Dia juga memikul tanggung jawab tambahan sebagai pemain bintang klub yang diincar oleh setiap bek lawan.

Kualitas Messi tidak bisa disangkal. Tingkat kebugaran sang penyerang patut dipuji dan penampilannya musim ini untuk Barcelona sekali lagi menunjukkan kemampuannya yang berkelas dunia.

Namun, tubuh hanya bisa mengambil sebanyak itu.

 


3. Munculnya Kylian Mbappe dan Erling Braut Haaland

Striker Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Barcelona pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Rabu (17/2/2021) dini hari WIB.(AP Photo/Joan Monfort)

Ada perdebatan di antara penggemar sepak bola serta kritik tentang apakah era Lionel Messi-Cristiano Ronaldo akan segera berakhir.

Kemunculan Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain dan bintang Borussia Dortmund Erling Braut telah menjadi awal dari perdebatan ini. Kedua penyerang muda itu dalam performa sempurna musim ini dan sudah menikmati status superstar dalam permainan.

Dengan Lionel Messi dan Ronaldo berusia 30-an, Mbappe serta Haaland dikabarkan siap mengambil alih tahta mereka.

Mbappe telah membuat 168 penampilan di semua kompetisi untuk PSG dan mencetak 129 gol. Pemain berusia 22 tahun itu telah memenangkan Piala Dunia bersama Prancis dan memainkan peran kunci saat PSG mencapai final Liga Champions musim lalu.

Lanjut Baca:

Haaland, di sisi lain, adalah salah satu striker terbaik di dunia meski baru berusia 20 tahun. Dia telah membuat 57 penampilan untuk Dortmund dan mencetak 55 gol. Dia telah dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester City, Manchester United, Chelsea, dan Real Madrid. Dengan dua penyerang ini sudah dianggap sebagai dua yang terbaik di dunia, era dominasi Lionel Messi-Cristiano Ronaldo mungkin akan segera berakhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya