Liputan6.com, Istambul: Tujuh tahun lalu sebuah pertandingan hebat digelar. Itu saat berlangsung final Liga Champions 2005 di Istambul, Turki, yang mempertemukan AC Milan dan Liverpool. Ketinggalan terlebih dahulu, Liverpool akhirnya keluar sebagai juara lewat drama adu penalti.
Drama final yang berujung adu penalti itu, tak akan terlupakan sepanjang zaman. Laga tersebut berlangsung penuh emosi dan dramatis. Menurut mantan pemain Milan, Marcos Cafu, ketika itu pelatih mengatakan bahwa Milan bisa sampai ke final karena kita adalah tim kuat.
"Kami jadi percaya diri. Kami senang dengan penampilan babak pertama. Tapi, kami tidak berpikir Liverpool bisa membalikan keadaan," kenang Cafu.
Menurut Cafu, para pemain yang menjadi penendang atau algojo sudah lama berlatih. "Hari itu menjadi hari dimana 45 menit pertama adalah surga, dan 45 menit kedua adalah neraka," kata Cafu.
Kenangan indah dirasakan eks kiper Liverpool, Jerzy Dudek. Menurut dia, ketika istirahat seluruh pemain merasa depresi. Rasa bahagia memuncak saat Dudek berdiri di atas podium untuk menerima Piala Champions. "Saya merasa bangga untuk pertama kalinya menjadi pesepakbola," kata Dudek.(IAN)
Drama final yang berujung adu penalti itu, tak akan terlupakan sepanjang zaman. Laga tersebut berlangsung penuh emosi dan dramatis. Menurut mantan pemain Milan, Marcos Cafu, ketika itu pelatih mengatakan bahwa Milan bisa sampai ke final karena kita adalah tim kuat.
"Kami jadi percaya diri. Kami senang dengan penampilan babak pertama. Tapi, kami tidak berpikir Liverpool bisa membalikan keadaan," kenang Cafu.
Menurut Cafu, para pemain yang menjadi penendang atau algojo sudah lama berlatih. "Hari itu menjadi hari dimana 45 menit pertama adalah surga, dan 45 menit kedua adalah neraka," kata Cafu.
Kenangan indah dirasakan eks kiper Liverpool, Jerzy Dudek. Menurut dia, ketika istirahat seluruh pemain merasa depresi. Rasa bahagia memuncak saat Dudek berdiri di atas podium untuk menerima Piala Champions. "Saya merasa bangga untuk pertama kalinya menjadi pesepakbola," kata Dudek.(IAN)