Polda Riau Meminta Dilibatkan Memeriksa Imam Samudra

Imam Samudra diduga ikut terlibat dalam sejumlah peledakan pada malam Natal di Batam, Riau. Lantaran itu Polda Riau meminta dilibatkan dalam pemeriksaan pemilik nama asli Abdul Aziz ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 November 2002, 00:20 WIB
Liputan6.com, Riau: Kepolisian Daerah Riau meminta dilibatkan dalam pemeriksaan Abdul Aziz atau Imam Samudra yang diduga sebagai otak peledakan bom di Bali, 12 Oktober silam. Pasalnya, Imam Samudra juga diduga terlibat dalam peledakan bom malam Natal di Batam pada tahun 2000. "Nama Imam Samudra disebut-sebut Iqbal, yang diketahui meletakkan bom di Gereja Pangkalan Kerinci," kata Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Polisi Deddy S. Komarudin, Sabtu (23/11) [baca: Imam Samudra Mengaku Sebagai Otak Bom Bali].

Selama di Riau, Imam Samudra juga sempat membuat paspor dengan menggunakan nama palsu Faiz Yunsar di Kantor Imigrasi Pekanbaru pada 12 Juli 2001. Menurut Kepala Kantor Imigrasi Pekanbaru Sukoharyadi Basuki, wajah Imam Samudra yang ditayangkan televisi sangat mirip dengan foto Faiz Yunsar yang tertempel pada arsip imigrasi [baca: Imam Samudra Pernah Mengurus Paspor di Pekanbaru].

Berdasarkan dokumen pembuatan paspor itu kemudian polisi mencari adik Imam Samudra yang bernama Ningsih Sari. Pada kartu tanda penduduk dan kartu keluarga dalam dokumen di imigrasi, Ningsih tinggal di Jalan Melati RT 02/RW 04, Kelurahan Padang Bulan, Pekanbaru. Belakangan, ternyata nama dan alamat itu tidak ditemukan. Diduga, selain menggunakan KTP palsu, Imam Samudra juga memalsukan kartu keluarga untuk mengurus paspor.(YYT/Yusril Ardanis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya