Liputan6.com, Jakarta: Sejak kecil Piyu Padi, sudah mulai diajarkan menabung oleh sang mama. Celengan ayamlah yang membuatnya bisa menabung.
Hidup hemat sudah biasa dirasakan mantan lead gitar group band Padi, Piyu. Sejak kecil, sudah mulai menabung sekedar untuk membeli buku dan kaset. "Mama yang pertama ngajarin aku nabung dan koleksi buku. Dia juga yang beliin aku celengan pertama yaitu celengan ayam. Aku senang banget," aku Piyu saat di temui di FX, Jakarta beberapa waktu lalu.
Sejak itu, dia pun selalu menyisihkan uang jajannya untuk dicelengkan. Setelah penuh, di pecahkan dan dia pun langsung pergi ke toko buku. "Aku angkat celengannya terasa penuh langsung aku pecahin dan diantar kakak aku langsung ke toko buku, dan buku pertama aku adalah sapta siaga," tambahnya.
Setelah SMP, cowok yang punya nama asli Satriyo Yudi Wahono pun tidak lagi menggunakan celengan dari tanah liat melainkan celengan kaleng. "Uangnya aku beliin kaset, dengan harga Rp. 2250 perak," kenangnya.(MER)
Hidup hemat sudah biasa dirasakan mantan lead gitar group band Padi, Piyu. Sejak kecil, sudah mulai menabung sekedar untuk membeli buku dan kaset. "Mama yang pertama ngajarin aku nabung dan koleksi buku. Dia juga yang beliin aku celengan pertama yaitu celengan ayam. Aku senang banget," aku Piyu saat di temui di FX, Jakarta beberapa waktu lalu.
Sejak itu, dia pun selalu menyisihkan uang jajannya untuk dicelengkan. Setelah penuh, di pecahkan dan dia pun langsung pergi ke toko buku. "Aku angkat celengannya terasa penuh langsung aku pecahin dan diantar kakak aku langsung ke toko buku, dan buku pertama aku adalah sapta siaga," tambahnya.
Setelah SMP, cowok yang punya nama asli Satriyo Yudi Wahono pun tidak lagi menggunakan celengan dari tanah liat melainkan celengan kaleng. "Uangnya aku beliin kaset, dengan harga Rp. 2250 perak," kenangnya.(MER)