Cina akan Punya 600 Juta Kelas Menengah

Jumah kelas menengah di Cina terus berbiak. Negara tirai bambu itu diprediksi akan mempunyai 600 juta kelas menengah di tahun 2020. Itu berarti hampir separuh penduduk Cina yang jumlahnya 1,3 miliar adalah orang mampu.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 November 2012, 10:32 WIB
Liputan6.com, Hunan: Jumah kelas menengah di Cina terus berbiak. Negara tirai bambu itu diprediksi akan mempunyai 600 juta kelas menengah di tahun 2020. Itu berarti hampir separuh penduduk Cina yang jumlahnya 1,3 miliar adalah orang mampu.

Berbiaknya kelas menengah di Cina ini tidak terlepas dari pesatnya arus urbanisasi di Cina. Pertumbuhan ekonomi yang masih bisa dicapai Cina di angka 7-8 persen juga mendukung munculnya kelas menengah baru ini.

Chi Fulin, presiden di lembaga riset China Institute for Reform and Development dalam sebuah forum di Haikou mengatakan kaum urban telah menciptakan potensi permintaan yang besar di pasar dalam negeri.

Seperti dilansir Chinadaily, Seasa (6/11), tingkat urbanisasi Cina mencapai 51,3% di tahun 2011. Itu berarti ebih dari separuh orang Cina kini tingga di perkotaan.

Petani Cina makin banyak yang meninggalkan lahan pertaniannya untuk menjadi pekerja migran di kota-kota besar Cina. Diperkirakan ada 200 juta pekerja migran yang tinggal di perkotaan.

Munculnya kaum urban iniah yang menciptakan banyak ruang dan kebutuhan di perkotaan. Urbanisasi yang berkelanjutan ini pada akhirnya meningkatkan konsumsi kelas menengah dan memicu permintaan investasi hingga 6,3 triliun dolar AS dalam 10 tahun ke depan.

Tingginya konsumsi dalam negeri nantinya akan menggantikan investasi sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi Cina. Pasar sudah begitu antusias melayani 600 juta kelas menengah di Cina. Pasar Cina kini menjadi begitu menggairahkan para produsen. (IGW)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya