Yuk Kenali Lebih Dekat 2 Bahan Pencegah Timbulnya Jerawat

Benzoyl peroxide dan asam salisilat disebut-sebut bisa menghilangkan sebum yang mengeringkan pori-pori, dan mencegah timbulnya jerawat di masa depan.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 11 Maret 2021, 14:30 WIB
Ilustrasi jerawat (dok. Pixabay.com)

Liputan6.com, Jakarta Bagi yang punya masalah dengan jerawat, nama benzoyl peroxide dan asam salisilat pasti sudah tidak asing lagi. Kedua bahan itu diklaim bisa mencegah timbulnya jerawat di masa depan.

Namun, selama ini pula banyak yang belum mengetahui cara kerja kedua bahan tersebut pada kulit. Dokter kulit bersertifikat Los Angeles, Christine Choi Kim, seperti dikutip dari Marie Claire, menjelaskan benzoyl peroxide adalah bahan pembersih jerawat yang paling terkenal untuk mengurangi bakteri dan menyerap sebum berlebih.

"Ini adalah senyawa topikal yang telah digunakan untuk mengobati jerawat sejak 1934. Ini adalah antibakteri, anti-inflamasi, keratolitik — memecah lapisan atas sel kulit mati — dan komedolitik, yang berarti melarutkan komedo dan komedo putih," jelasnya.

Kim kemudian menjelaskan juga cara kerjanya. Menurutnya, setelah aplikasi, benzoyl peroxide mendegradasi dan melepaskan oksigen yang mematikan cuti bacterium acnes, bakteri yang berperan dalam pembentukan jerawat.

"Karena membunuh bakteri dan tidak hanya memperlambat pertumbuhannya (seperti yang dilakukan antibiotik ), benzoil peroksida tidak berkontribusi pada resistensi bakteri," kata Kim.

Kim mengatakan meskipun dapat memperbaiki jerawat jika digunakan sendiri, kemanjurannya bisa meningkat bila dikombinasikan dengan antibiotik topikal dan retinoid.

 

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Simak Video Menarik Berikut Ini


Lebih Lembut

Ilustrasi Jerawat. (Foto: Curology/ Unsplash)

Sedangkan asam salisilat adalah bahan yang sedikit lebih lembut dan menargetkan penyebab jerawat."Asam salisilat adalah asam beta-hidroksi yang berasal dari kulit pohon willow ... Ia bekerja dengan baik sendiri dan dalam kombinasi dengan asam alfa-hidroksi seperti asam glikolat dan asam laktat."

Untuk cara kerja asam salisilat, menurut Kim, bahan ini larut dalam minyak dan dapat melarutkan sisa-sisa sel kulit mati dan sebum yang menyumbat pori-pori. Itulah yang menjadikannya bahan utama dalam produk anti noda yang dijual bebas. Bonus tambahan: ia memiliki sifat anti-inflamasi dan termasuk dalam keluarga kimia yang sama dengan aspirin.


Perbedaan

(Sumber: iStockphoto)

"Perbedaan terbesar antara kedua bahan tersebut adalah benzoil peroksida memiliki sifat antibakteri dan lebih membantu untuk lesi peradangan jerawat seperti papula dan pustula merah yang lembut," jelas Dr. Kim.

Lanjut Baca:

"Namun, asam salisilat memiliki efek komedolitik yang lebih kuat, sehingga lebih efektif dalam mengobati dan mencegah komedo dan komedo putih. Karena kelebihannya yang berbeda, keduanya bekerja sama dengan baik."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya