DPO MIT Terdesak dan Tinggal 9 Orang, Kapolda Sulteng: Jangan Ada Lagi Simpatisan

Usai tewasnya dua anggota MIT, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyatakan saat ini jumlah mereka tersisa 9 orang.

oleh Heri Susanto diperbarui 03 Mar 2021, 08:36 WIB
DPO kelompk MIT yang masih dikejar aparat Satgas Madago Raya. Usai tewasnya dua anggota kelompok tersebut dalam baku tembak dengan aparat, tersisa 9 orang lagi yang masih dicari. (Foto: Heri Susanto/ Liputan6.com).

Liputan6.com, Palu - Usai tewasnya dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyatakan saat ini tersisa 9 orang yang masuk DPO  yang masih diburu aparat Satgas Madago Raya. Pergerakan kelompok radikal itu disebut telah terpecah menjadi dua.

Menurut Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, kelompok pimpinan Ali Kalora itu terbagi menjadi dua rombongan yang bergerak di hutan dan pegunungan antara Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Sigi.

Kelompok yang terakhir kali menyerang warga Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi itu terpecah lantaran desakan operasi yang digelar aparat gabungan TNI/Polri, yang diintensifkan setelah peristiwa Lembantongoa tersebut.

"Sebelumnya hasil identifikasi kami kelompok itu terbagi jadi 2. Satu kelompok berjumlah 7 orang dan satu lagi 4 orang," ungkap Rakhman Baso, Selasa (2/3/2021).

Kini usai baku tembak Satgas Madago Raya dengan MIT pada Senin (1/3/2021) yang menewaskan 2 orang yang masuk DPO, tersisa 9 orang lagi yang masih dikejar aparat termasuk sang pimpinan kelompok, Ali Kalora.

Mengenai target aparat gabungan itu, Rakhman Baso berharap tidak ada lagi warga yang menjadi simpatisan bahkan bergabung dengan kelompok teroris tersebut.

"Kami berharap sisa 9 orang target itu tidak bertambah. Tapi masih ada simpatisan yang membantu kelompok itu. Kami berharap tidak lagi terjadi," katanya menambahkan.

 

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya