Bola Ganjil: Mendahului Cruyff, Perjalanan Berliku Kubala Jadi Legenda Barcelona

Lazlo Kubala sempat jadi satu-satunya sosok yang diabadikan oleh Barcelona.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 17 Februari 2021, 00:30 WIB
Legenda Barcelona Lazlo Kubala. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Camp Nou merupakan salah satu stadion ikonik dalam sepak bola. Para legenda Barcelona pernah dan masih tampil di sana untuk memberikan kejayaan bagi klub.

Daftarnya panjang seiring sejarah klub. Mulai Antoni Ramallets, Joan Segarra, Sandor Kocsis, Carles Rexach, Johan Cruyff, Diego Maradona, Hristo Stoichkov, Michael Laudrup, Pep Guardiola, Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dua penyerang bernama Luis Suarez, dan tentu saja Lionel Messi bermain.

Meski begitu, klub sempat hanya mengabadikan satu sosok di luar stadion. Setidaknya hingga pertengahan 2019, sebelum klub mendirikan patung kedua untuk Johan Cruyff. Barcelona memberikan apresiasi bagi Cruyff yang meninggal dunia pada Maret 2016.

Kehormatan pertama itu jadi milik Laszlo Kubala, penyerang berdarah Polandia, Slovakia, dan Hungaria.

Mengapa Kubala begitu dihargai Barcelona sampai mendapat perlakuan istimewa demikian?

Load More

Saksikan Video Barcelona Berikut Ini


Selamat Tragedi Superga

Lazlo Kubala (kanan) dan Alfredo Di Stefano. (AFP)

Lahir dengan nama resmi Ladislau Kubala Stecz, sang pemain menimba ilmu di akademi Ganz TE sebelum menembus tim utama di usia 16 tahun. Dia hanya tampil sembilan kali sebelum pindah ke Ferencvaros.

Wajib militer mendorong Kubala meninggalkan Hungaria pada 1946. Dia menyeberang ke Cekoslovakia untuk membela Slovan Bratislava. Di sinilah Kubala mulai bermain sebagai penyerang utama.

Namun, wajib militer dan kondisi politik kembali memengaruhi jalan kariernya. Dia kembali ke Hungaria pada 1948 sebelum pergi ke Italia setahun kemudian karena alasan tersebut.

Takdir lain mempengaruhi karier Kubala di Italia. Pada musim semi 1949, dia diundang untuk membela Torino pada laga persahabatan melawan Benfica di Portugal. Masih membela Pro Patria, Kubala menerima pinangan karena berkesempatan membela tim legendaris berjuluk Il Grande tersebut.

Namun, tidak lama sebelum kepergiannya, istri dan anak Kubala yang sedang sakit tiba di Italia. Dia akhirnya memutuskan tinggal dan merawat mereka.

Sementara pada 4 Mei, pesawat yang membawa rombongan Torino kembali dari Portugal menabrak Bukit Superga. Seluruh penumpang tewas.


Sanksi FIFA

Laszlo Kubala (Barcelona)

Namun masalah lain menghampiri Kubala. Dia mendapat sanksi larangan bermain dari FIFA usai menerima laporan dari Hungaria karena mangkir wajib militer di awal 1950.

Lanjut Baca:

Merespon ini, Kubala membentuk tim berisi pengungsi dan pencari suaka dari Eropa Timur. Mereka berkeliling ke Spanyol untuk melakoni sejumlah laga persahabatan. Penampilan Kubala menarik perhatian dua musuh bebuyutan Real Madrid dan Barcelona. Mereka bersaing sengit mendapatkan tanda tangan sang pemain, sebelum Barcelona memenangkan persaingan. Sengketa ini kemudian memicu rivalitas sengit kedua klub dalam transfer pemain, termasuk kepindahan Alfredo di Stefano ke Real Madrid dua tahun kemudian. Akibat sanksi FIFA, Kubala baru bisa membela Barcelona di laga resmi pada musim semi 1951. Dia langsung berkontribusi dengan membantu klub memenangkan Copa del Generalisimo (sekarang bernama Copa del Rey). Pada musim penuh pertamanya bersama Barcelona, Kubala tampil fantastis. Selain kembali memenangkan Copa del Generalisimo, dia juga merebut berbagai gelar yakni La Liga, Latin Cup, Copa Eva Duarte (cikal Piala Super Spanyol), dan Copa Martini & Rossi (cikal Trofeu Joan Gamper). Kubala mampu menyumbang 26 gol meski cuma beraksi 19 kali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya