Citizen6, Surabaya: Ada yang menarik dari Perayaan Sumpah Pemuda yang digelar di kompleks lokalisasi Tambak Asri atau yang lebih dikenal dengan nama Lokalisasi Kremil pada, Minggu (28/10). Puluhan pemuda yang berasal dari tiga elemen yang ada di Tambak Asri membulatkan tekad untuk menjadikan kawasan Kremil menjadi hunian yang layak dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Mereka berasal dari Komunitas Peduli Kremil (KPK), Nagabonar (Taruna Ganyang dan Bongkar Narkoba), dan Bonek Sakram (Komunitas Pendukung Kesebelasan Tim Sepakbola Persebaya).
Dengan berjalan kaki mundur dengan start dibawah jembatan Tol Dupak, puluhan pemuda Tambak Asri ini menuju Sekretariat Nagabonar di Jalan Tambak Asri 197. Tidak hanya itu, mereka juga menutup mulut mereka dengan lakban hitam. Setelah sampai di Sekretariat Nagabonar yang baru, mereka melepas lakban hitam yang menutup mulut mereka, kemudian berbaris rapi sambil membawa berbagai poster berisikan seruan “Katakan Tidak pada Narkoba” dan bernuansa Kepemudaan seperti “Berikan Aku 1 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia” (Bung Karno).
Dalam aksi ini, mereka juga sempat duduk lesehan tanpa menghiraukan panas terik matahari. Dengan dipimpin Sugianto, Ketua “Bonek Sakram,” Teks Sumpah Pemuda dikumandangkan. Menurut Daniel Lukas Rorong selaku Ketua Komunitas Peduli Kremil (KPK), target dari momentum Peringatan Sumpah Pemuda ini ingin mengajak para pemuda yang menghuni kompleks Lokalisasi Kremil untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di wilayahnya sendiri. “Misal, dalam hal
mengkampanyekan dan mencegah tindakan trafficiking di wilayah ini,” ucap Daniel yang juga aktifis kemanusiaan ini.
“Karena tidak dapat dipungkiri, beberapa kali kasus trafficking terjadi di wilayah Kremil. Dan itu lolos dari pengamatan kami. Untuk itulah, ke depan, kami akan lebih aktif dan "pasang mata" untuk mencegah tindakan trafficking tersebut. Perihal tadi ada aksi tutup mulut dengan lakban hitam dan melepasnya, sebagai simbol sudah waktunya Pemuda Kremil menjadi pemberani dan tidak penakut untuk menyuarakan kebenaran.” tegas Daniel.
Sementara itu, Yohanes Natal Isa, selaku Sekretaris Jenderal “Laskar Nagabonar” lebih menekankan untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Kremil. “Karena narkoba merusak masa depan generasi bangsa ini. Untuk itu, kami siap untuk "mengganyang" bandar-bandar yang ingin bermain-main di lingkungan yang kami tinggali ini,” ujar Yohanes mantab.
Yohanes juga memprotes keras pemberian grasi terhadap terpidana narkoba, karena hal tersebut sebagai langkah yang tidak bijak dalam upaya pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). “Kami menuntut hukuman yang seberat-beratnya untuk para bandar dan pengedar narkoba. Karena, apa yang mereka lakukan itu jelas-jelas merusak generasi muda di masa mendatang!” katanya dalam orasi.
Tak hanya memprotes keras grasi yang diberikan untuk terpidana narkoba, tapi Laskar Nagabonar juga menuntut hukuman yang seberat-beratnya bagi pemakai narkoba yang membahayakan jiwa orang lain. Dalam hal ini, ada kaitannya dengan insiden pengendara mobil di Jakarta yang menabrak bahkan ada yang sampai “kehilangan nyawa” di jalan.
Bonek Sakram pun tidak mau ketinggalan. Komunitas Pendukung Kesebelasan Tim Sepakbola Persebaya yang ada di Kremil ini juga ingin menghapus stigma buruk soal bonek. “Kami akan buktikan, bahwa bonek itu bisa berperan positif dalam hidup bermasyarakat. Kegiatan positif terakhir yang kami lakukan, pada waktu Ramadhan lalu, kami membagi-bagikan ratusan takjil gratis untuk warga Kremil,” ungkap Sugianto, Ketua Bonek Sakram. Meski tanpa pengawalan polisi, aksi yang sempat menarik perhatian pengguna jalan namun tidak sampai memacetkan ini pun berakhir tertib. (Daniel Lukas Rorong)
Dengan berjalan kaki mundur dengan start dibawah jembatan Tol Dupak, puluhan pemuda Tambak Asri ini menuju Sekretariat Nagabonar di Jalan Tambak Asri 197. Tidak hanya itu, mereka juga menutup mulut mereka dengan lakban hitam. Setelah sampai di Sekretariat Nagabonar yang baru, mereka melepas lakban hitam yang menutup mulut mereka, kemudian berbaris rapi sambil membawa berbagai poster berisikan seruan “Katakan Tidak pada Narkoba” dan bernuansa Kepemudaan seperti “Berikan Aku 1 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia” (Bung Karno).
Dalam aksi ini, mereka juga sempat duduk lesehan tanpa menghiraukan panas terik matahari. Dengan dipimpin Sugianto, Ketua “Bonek Sakram,” Teks Sumpah Pemuda dikumandangkan. Menurut Daniel Lukas Rorong selaku Ketua Komunitas Peduli Kremil (KPK), target dari momentum Peringatan Sumpah Pemuda ini ingin mengajak para pemuda yang menghuni kompleks Lokalisasi Kremil untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di wilayahnya sendiri. “Misal, dalam hal
mengkampanyekan dan mencegah tindakan trafficiking di wilayah ini,” ucap Daniel yang juga aktifis kemanusiaan ini.
“Karena tidak dapat dipungkiri, beberapa kali kasus trafficking terjadi di wilayah Kremil. Dan itu lolos dari pengamatan kami. Untuk itulah, ke depan, kami akan lebih aktif dan "pasang mata" untuk mencegah tindakan trafficking tersebut. Perihal tadi ada aksi tutup mulut dengan lakban hitam dan melepasnya, sebagai simbol sudah waktunya Pemuda Kremil menjadi pemberani dan tidak penakut untuk menyuarakan kebenaran.” tegas Daniel.
Sementara itu, Yohanes Natal Isa, selaku Sekretaris Jenderal “Laskar Nagabonar” lebih menekankan untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Kremil. “Karena narkoba merusak masa depan generasi bangsa ini. Untuk itu, kami siap untuk "mengganyang" bandar-bandar yang ingin bermain-main di lingkungan yang kami tinggali ini,” ujar Yohanes mantab.
Yohanes juga memprotes keras pemberian grasi terhadap terpidana narkoba, karena hal tersebut sebagai langkah yang tidak bijak dalam upaya pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). “Kami menuntut hukuman yang seberat-beratnya untuk para bandar dan pengedar narkoba. Karena, apa yang mereka lakukan itu jelas-jelas merusak generasi muda di masa mendatang!” katanya dalam orasi.
Tak hanya memprotes keras grasi yang diberikan untuk terpidana narkoba, tapi Laskar Nagabonar juga menuntut hukuman yang seberat-beratnya bagi pemakai narkoba yang membahayakan jiwa orang lain. Dalam hal ini, ada kaitannya dengan insiden pengendara mobil di Jakarta yang menabrak bahkan ada yang sampai “kehilangan nyawa” di jalan.
Bonek Sakram pun tidak mau ketinggalan. Komunitas Pendukung Kesebelasan Tim Sepakbola Persebaya yang ada di Kremil ini juga ingin menghapus stigma buruk soal bonek. “Kami akan buktikan, bahwa bonek itu bisa berperan positif dalam hidup bermasyarakat. Kegiatan positif terakhir yang kami lakukan, pada waktu Ramadhan lalu, kami membagi-bagikan ratusan takjil gratis untuk warga Kremil,” ungkap Sugianto, Ketua Bonek Sakram. Meski tanpa pengawalan polisi, aksi yang sempat menarik perhatian pengguna jalan namun tidak sampai memacetkan ini pun berakhir tertib. (Daniel Lukas Rorong)