Pub Madona di Jakpus Nyaris Disegel

Jajaran Satserse Polres Jakarta Pusat hampir menyegel Pub Madona di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakpus. Ada seorang tamu yang mabuk dan nampaknya merasa terganggu, memprotes polisi.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 November 2002, 17:19 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pub Madona di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11), sekitar pukul 23.00 WIB. Ada keramaian yang tak seperti biasanya terlihat di tempat hiburan malam di kawasan belakang Sarinah Thamrin itu. Banyak orang berkumpul di halaman, bahkan hingga ke depan kantor pos polisi yang berada tak jauh dari pub. Di antara mereka, ada polisi berseragam lengkap. Rupanya, jajaran Satuan Reserse Kepolisian Metro Jakpus berniat menyegel tempat hiburan malam itu karena menyalahi aturan beroperasi selama Ramadan [baca: Beroperasi Selama Ramadan, Izin Usaha Akan Dicabut].

Di bagian dalam Madona, sejumlah polisi juga tampak bersiaga menunggu perintah. Mereka tak menghiraukan ocehan seorang tamu yang merasa terganggu dengan kedatangan polisi. "Apa-apaan ini? Kita cuma tamu yang cari tempat hiburan," ujar pria bertubuh gendut itu dengan nada keras. Suasana tegang di tengah asap rokok yang mengepul di mana-mana. Kepala Satserse Polres Jakpus Komisaris Polisi Yoyol pun terlihat tengah bernegosiasi dengan pengelola Madona yang tampaknya keberatan bila pub ditutup.

Saat SCTV mendatangi lokasi, polisi masih berdiam diri. Si tamu yang merasa terganggu tadi dan nampaknya tengah mabuk itu pun terus saja mengoceh. Bahkan, dia beranjak ke luar bangunan dan mendatangi bagian gedung tempat negosiasi berlangsung. Tak lama kemudian ada bunyi sebuah benda yang dibanting.

"Sudah! Segel, segel! Saya nggak suka ditantang," teriak Yoyol, memerintahkan anak buahnya segera menutup Pub Madona. Tak jelas betul apa yang menyebabkan Kasatserse Polres Jakpus itu naik pitam. Yang jelas, sejumlah polisi berpakaian preman dibantu anggota polisi lainnya langsung menyerbu ke dalam pub. Mereka langsung memerintahkan sejumlah tamu dan pekerja yang masih di dalam agar keluar. Pintu Pub Madona pun ditutup, tapi tidak disegel.

Sejumlah pengelola pub masih saja "mendekati" Yoyol. Seperti anak kecil meminta mainan, mereka terus merendengi Kasatserse dan merengek-rengek agar dia tidak menutup Pub Madona. "Sudahlah, Pak! Itu kan cuma tamu," kata mereka. Kasatserse nampaknya luluh. Meski tak secara gamblang memerintahkan pub jangan disegel, pintu tempat hiburan malam itu terus dibiarkan tertutup tanpa disegel. Dan, Yoyol pun meninggalkan lokasi menuju mobilnya. Terngiang kata-katanya sebelum pergi, agar pengelola pub jangan membicarakan masalah tersebut di lokasi kejadian.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya