Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah akan menetapkan awal Ramadhan 1423 hijriah berdasarkan perhitungan hisab dan rukyat atau penampakan bulan dan perhitungan jumlah hari, Selasa (5/11) ini. Namun, Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar optimistis awal puasa akan jatuh pada Rabu besok. Alasannya, pada 6 November besok, bulan diperkirakan berada pada posisi lebih tinggi atau 6,36 derajat dari posisi bumi, sehingga bisa terlihat.
Said menambahkan, berdasarkan ilmu hisab, jika bulan berada pada ketinggian antara 6,36-7,9 derajat dari bumi, maka dapat terlihat. Atas dasar itu, Said juga yakin semua kalangan akan sepakat atau dapat menerima penetapan pemerintah setelah dilakukan Sidang Isbat, Selasa malam. Menag mengatakan, tak ada masalah dalam menentukan permulaan puasa. Menurut Said, justru yang bermasalah mungkin ketika penetapan 1 Syawal nanti. "Pada satu Syawal bulan di bawah dua derajat, itu biasanya sulit dilihat," kata Said.
Sementara itu, Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menentukan awal puasa jatuh pada 6 November 2002. Sedangkan untuk Idul Fitri 1 Syawal akan jatuh pada 5 Desember. Ketetapan ini diperoleh berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah. Namun, untuk Idul Fitri diperkirakan akan ada perbedaan dengan pemerintah. Sebab, ada kemungkinan Menag menetapkan libur hari raya Idul Fitri itu 6-7 Desember 2002.(DEN/Tim Liputan6 SCTV)
Said menambahkan, berdasarkan ilmu hisab, jika bulan berada pada ketinggian antara 6,36-7,9 derajat dari bumi, maka dapat terlihat. Atas dasar itu, Said juga yakin semua kalangan akan sepakat atau dapat menerima penetapan pemerintah setelah dilakukan Sidang Isbat, Selasa malam. Menag mengatakan, tak ada masalah dalam menentukan permulaan puasa. Menurut Said, justru yang bermasalah mungkin ketika penetapan 1 Syawal nanti. "Pada satu Syawal bulan di bawah dua derajat, itu biasanya sulit dilihat," kata Said.
Sementara itu, Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menentukan awal puasa jatuh pada 6 November 2002. Sedangkan untuk Idul Fitri 1 Syawal akan jatuh pada 5 Desember. Ketetapan ini diperoleh berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah. Namun, untuk Idul Fitri diperkirakan akan ada perbedaan dengan pemerintah. Sebab, ada kemungkinan Menag menetapkan libur hari raya Idul Fitri itu 6-7 Desember 2002.(DEN/Tim Liputan6 SCTV)