Liputan6.com, Northamptonshire: Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengunjungi makam Putri Diana di kawasan Northamptonshire, Inggris, awal November ini. Kedatangan peraih nobel perdamaian yang kini berusia 84 tahun itu disambut saudara Putri Diana, Earl Spencer dan istrinya, Caroline. Didampingi Spencer, Mandela yang berjalan sambil memegang tongkat didampingi Spencer, menuju lokasi makam Lady Di--sebutan Putri Diana--yang terletak di pulau kecil di tengah danau tersebut.
Pada kesempatan tersebut Mandela mengatakan, kegiatan amal Putri Wales di Afsel semasa hidupnya meninggalkan kesan mendalam bagi tokoh anti-apartheid itu. Antara lain kampanye perang melawan ranjau darat di Angola. Selain itu, Mandela juga terkesan dengan sifat Lady Di yang bersahaja dan murah hati saat mengunjungi ibu kota Afsel, Cape Town, lima tahun silam.
Saat itu, ibu dari William dan Henry tersebut tengah mendiskusikan dengan Mandela soal kerja sama di bidang kemanusiaan. Sayangnya, pembicaraan itu tidak berlanjut karena Diana tewas dalam kecelakaan mobil bersama kekasihnya Dodi Al-Fayed di Prancis, enam bulan kemudian [baca: Penyebab Kematian Lady Di Tetap Diselidiki].(ZAQ/Ind)
Pada kesempatan tersebut Mandela mengatakan, kegiatan amal Putri Wales di Afsel semasa hidupnya meninggalkan kesan mendalam bagi tokoh anti-apartheid itu. Antara lain kampanye perang melawan ranjau darat di Angola. Selain itu, Mandela juga terkesan dengan sifat Lady Di yang bersahaja dan murah hati saat mengunjungi ibu kota Afsel, Cape Town, lima tahun silam.
Saat itu, ibu dari William dan Henry tersebut tengah mendiskusikan dengan Mandela soal kerja sama di bidang kemanusiaan. Sayangnya, pembicaraan itu tidak berlanjut karena Diana tewas dalam kecelakaan mobil bersama kekasihnya Dodi Al-Fayed di Prancis, enam bulan kemudian [baca: Penyebab Kematian Lady Di Tetap Diselidiki].(ZAQ/Ind)