Bola Ganjil: Andrew Watson, Pemain Profesional dan Internasional Berwarna Pertama di Dunia

Simak kisah Andrew Watson, pemain berwarna pertama yang tampil hadir pada dunia sepak bola dominasi kulit putih.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 23 November 2020, 00:30 WIB
Andrew Watson. (Twitter)

Liputan6.com, Jakarta - Gaung kampanye Black Lives Matter kencang terdengar di tengah pandemi Covid-19. Ketidakadilan berdasar warna kulit pun menjadi salah satu tema terpanas pada tahun ini.

Para tokoh bicara, termasuk pelaku olahraga. Pesepak bola berlutut sebelum pertandingan sebagai tanda protes. Sementara pembalap, pebasket, dan petenis juga bersuara menggunakan panggung masing-masing.

Menyemarakkan isu ini, Liputan6.com mengajak pembaca mengenang Andrew Watson. Bersama Arthur Wharton dan Robert Walker, Watson tercatat sebagai pemain kulit hitam pertama yang menempuh jalur profesional dan bermain di pentas internasional.

Dia melakukannya bersama Timnas Skotlandia di abad ke-19. Total Watson membela The Tartan Armu sebanyak tiga kali pada 1881-1882.

Lahir Mei 1857, dia adalah putra dari bos kebun gula Peter Miller Watson dan perempuan lokal Guyana, yang kala itu diduduki Inggris Raya, bernama Hannah Rose.

Watson pulang ke Skotlandia bersama ayah serta kakak perempuan Annetta Keduanya menerima warisan berlimpah ketika sang ayag meninggal pada 1869.

Lahir di keluarga kaya, Watson menerima menddiikan tinggi. Namun, dia juga memiliki nilai bagus di mata pelajaran olahraga. Ketika belajar filsafat alam, matematika, dan teknik sipil di Universitas Glasgow, cintanya kepada sepak bola semakin merekah. Watson memutuskan meninggalkan sekolah setelah hanya setahun menimba ilmu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini


Masuk Era Profesionalisme

Andrew Watson. (Twitter)

Setelah membela dua klub lokal, Maxwell dan Parkgrove, Watson terpilih untuk mewakilii Glasgow pada duel antarkota melawan Sheffield pada April 1880. Dia juga masuk skuat yang menjalani tur ke Kanada musim panas tahun yang sama. Sayang, program itu batal karena sekretaris Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) kala itu, William Dick, meninggal.

Beroperasi di sisi pertahanan, Watson hijrah ke Queen's Park yang berstatus klub sepak bola terbesar di Inggris Raya. Dia membantu klub memenangkan tiga gelar Piala Skotlandia. Dengan ini, Watson menjadi pemain kulit hitam pertama yang memenangkan kompetisi.

Watson lalu pergi ke selatan dan membela sejumlah klub Inggris, yakni Swifts, Corinthian, Pilgrims, Brentwood, dan London Caledonians.

Lanjut Baca:

Selain kepiawaian di dalam lapangan, pendidikan yang dimiliki membantu Watson menjadi administrator klub. Dia menduduki posisi ini di Parkgrove dan Queen's Park. Seiring perubahan era, Watson ikut terbawa kehadiran profesionalisme. Dia membela klub berbasis Merseyside, Bootle FC, setelah menerima bayaran.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya