Bulu Unggas Sebagai Media Lukisan

Karya lukis dari bulu unggas tenyata tak kalah indah dengan lukisan ekspresionis dan impresionia. Lukisan yang berjudul Zikir membuktikan hal tersebut. <br>

oleh Liputan6Diterbitkan 28 November 2000, 13:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bagi sebagian seniman, keindahan bulu unggas selalu ditampilkan apa adanya. Sehingga, banyak karya yang hanya bisa terjebak pada lukisan realistis. Padahal, jika dikreasikan dengan optimal, bulu unggas dapat digunakan sebagai media untuk jenis lukisan yang lebih rumit seperti lukisan ekspresionis atau impresionis. Demikian pengakuan perupa bulu unggas Firdaus Alamhudi, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Firdaus, ia pernah mencoba memaksimalkan fasilitas bulu unggas dalam lukisan yang berjudul Zikir. Sekilas, lukisan tersebut memang terlihat seperti lukisan media konvensional yang menggunakan cat minyak. Namun, jika diperhatikan lebih seksama pada tekstur lukisan itu, ternyata penggunaan bulu unggas yang telah dihancurkan sebagai media sangatlah terlihat.

Kendati demikian, Firdaus menganggap wajar kalau banyak perupa yang terjebak pada lukisan realistis. Karena, sampai saat ini belum ada kajian yang mendalam mengenai keberadaan bulu unggas sebagai media lukisan. Untuk itu, selama dua tahun terakhir, Firdaus mencoba mengkaji dan menuangkan ide-idenya dalam buku berjudul "Seni Lukis Bulu, Mengolah Limbah Menjadi Karya Seni".(ICH/Tris Wijayanto dan Amar Sudjarwadi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya