Terapi Ganja Bantu Chris Byrd Kembali Bugar dan Siap Bertinju di Usia 50 Tahun

Bertambah panjang daftar petinju pensiun yang berniat naik ring lagi.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 16 Oktober 2020, 19:15 WIB
Chris Byrd (kanan) saat bertanding melawan Jameel McCline (L) pada perebutan gelar juara kelas berat versi IBF, pada 13 November 2004 (AFP/STAN HONDA)

Liputan6.com, Jakarta Belakangan ini semakin banyak petinju kelas berat yang sudah memutuskan pensiun ingin naik ring lagi. Namun dari sederet nama yang muncul ke permukaan, hanya Chris Byrd yang memilih tampil di kelas yang lebih ringan.

Mike Tyson bukan satu-satunya pensiunan tinju kelas berat yang berniat comeback di usia yang tidak muda lagi. Roy Jones Jr yang menjadi lawannya pada partai eksebisi di California, 28 November mendatang juga sama. Jones Jr sudah berusia 51 tahun atau tiga tahun lebih muda dari Tyson Si Leher Beton.

Selain mereka berdua, Evander Hollyfield juga sempat melontarkan niat yang sama. Petinju yang kehilangan sebagian daun telinganya oleh gigitan Tyson itu juga tengah rajin mempersiapkan diri menghadapi duel amal.

Chris Byrd menambah panjang deretan mantan petinju kelas berat yang ingin comeback. Hanya bedanya, Byrd yang pernah dua kali menyandang sabuk juara dunia kelas berat justru mencari penantang di kelas ringan.

Semasa aktif di tinju profesionalo, Byrd mengaali karier dari kelas menengah super. Namun karena sulit menemukan lawan, Byrd memilih naik ke kelas berat yang memaksanya untuk meningkatkan bobot tubuhnya.

 

Load More

Saksikan juga video menarik di bawah ini


Nyaris Lumpuh

Chris Byrd (kanan) saat bertanding melawan Jameel McCline (L) pada perebutan gelar juara kelas berat versi IBF, pada 13 November 2004 (AFP/STAN HONDA)

Kariernya terbilang sukses dengan hasil dua sabuk juara dunia. Byrd pernah mengalahkan petinju-petinju ternama seperti Vitali Klitschko, Evander Holyfield, dan David Tua. Dia mencatat rekor bertanding 47-5, 22 KO.

"Tidak ada yang mau melawan saya di kelas menengah, jadi saya memutuskan naik ke kelas berat dan saya membayarnya," ujar Byrd.

Belakangan Byrd menyesali keputusan ini. Sebab meningkatkan bobot tubuh untuk tampil di kelas berat berimbas kepada kesehatannya.

Selama 11 tahun dia harus menderita akibat perubahan berat badan yang drastis itu. Seiring bertambahnya usia, kakinya menopang berat badannya sehingga nyaris tidak bisa berjalan.

"Beberapa tahun lalu, saya bahkan tidak bisa menggerakkan kakiku. Rasa sakit di kakiku sangat parah sampai suatu hari saya sampai-sampai ingin memotongnya," beber Byrd.

Lanjut Baca:

"Saya harus membuat perubahan drastis dan pilihan dalam hidup untuk mendapatkan di mana saya berada saat ini," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya