Jejak Militer di Tampuk Kepemimpinan PBSI, Bakal Berlanjut?

Perkembangan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak lepas dari peran militer dalam perjalanannya.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 14 Oktober 2020, 05:00 WIB
Wakil Presiden Indonesia ke-6, Try Sutrisno (kanan) hadir dalam upacara pengangkatan Menhan Ryamizard Ryacudu menjadi warga kehormatan Korps Marinir di Lapangan Apel Kesatrian Marinir, Cilandak, Jakarta (9/12/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Induk olahraga bulu tangkis Indonesia PB PBSI akan menggelar Musyawarah Anggota (Munas) pada 5-6 November 2020. Salah satu agendanya, mencari pengganti ketua umum yang habis masa jabatannya. 

Jabatan ketua umum PB PBSI saat ini masih dipegang oleh Wiranto. Mantan Menkopolhukam tersebut terpilih lewat Munas yang berlangsung 2016 lalu dan menjabat selama 4 tahun hingga tahun 2020.  

PB PBSI telah berdiri sejak 5 Mei 1951. Ketua umum pertama dipegang oleh Rochdi Partaatmadja yang menjabat hingga 1952. Mantan pemain bulu tangkis Sudirman, melanjutkannya di periode 1952 hingga 1963. Tampuk pimpinan PBSI sempat dipegang Sukamto Sayidiman (1963-1965) dan Padmo Siamsto (1965-1967) sebelum akhirnya kembali lagi ke tangan Sudirman pada tahun 1967 dan berakhir 1981.

Mantan pemain bulutangkis, Ferry Sonneville, menerima tongkat estafet dari tangan Sudirman. Mantan ketua umum KONI pada tahun 1970 itu menjalankan masa kepengurusan hingga tahun 1985. 

Sejak kepengurusan Sonneville berakhir, tampuk pimpinan PB PBSI kemudian dipegang Try Sutrisno juga saat itu masih menduduki posisi sebagai panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Wakil Presiden Indonesia ke-6 itu menjabat hingga 1993 dan menghadirkan prestasi lewat bulu tangkis. 

Mulai dari juara All England, Piala Sudirman, hingga merebut medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona.

Selain itu, Try Sutrisno juga berjasa membangun fasilitas latihan di Cipayung, Jakarta Timur, yang saat ini masih digunakan sebagai Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

 

Simak Video Menarik Berikut Ini


Tradisi Berlanjut

7. Susi Susanti - Susi Susanti adalah seorang legenda sekaligus tunggal putri paling sukses di Indonesia. Di sepanjang kariernya, Susi sudah mengoleksi empat titel All England yaitu pada tahun 1990,1991, 1993 dan 1994. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tradisi militer di tampuk pimpinan PB PBSI kembali berlanjut setelah Try Sutrisno lengser. Tongkat estafet digantikan oleh Soerjadi yang merupakan mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat pada waktu itu.

Ia menjabat selama satu periode sejak 1993 hingga 1997. Selama menjabat, ia berhasil melanjutkan prestasi bulu tangkis Indonesia dengan meraih prestasi di berbagai ajang bergengsi.

Salah satunya, mengawinkan gelar juara Piala Thomas dan Piala Uber untuk pertama kalinya di Jakarta pada tahun 1994. Bahkan, di era Soerjadi hal yang sama kembali berulang di Hong Kong pada tahun 1996.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya