FOTO: Ting Mong, Orang-orangan Sawah Penangkal COVID-19 di Kamboja

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 12 Oktober 2020, 14:30 WIB
Petani Kamboja Tangkal Covid-19 dengan Dirikan Orang-orangan Sawah
Petani di Kamboja memiliki budaya unik saat hadapi musim penyakit, tak terkecuali pandemi virus Corona COVID-19
Orang-orangan sawah diikat ke pagar di depan sebuah rumah di provinsi Kampong Cham, Kamboja, 11 Oktober 2020. Para petani di desa itu menggunakan orang-orangan sawah atau disebut juga Ting Mong untuk menangkal virus corona Covid-19 berdasarkan kepercayaan yang mereka yakini. (TANG CHHIN Sothy/AFP)
Seorang pria mendirikan orang-orangan sawah di depan rumahnya di provinsi Kampong Cham, Kamboja, 11 Oktober 2020. Penduduk di desa itu menggunakan orang-orangan sawah atau disebut juga Ting Mong untuk menangkal virus corona Covid-19 berdasarkan kepercayaan yang mereka yakini. (TANG CHHIN Sothy/AFP)
Dua orang-orangan sawah diikat ke pagar depan sebuah rumah di provinsi Kampong Cham, Kamboja, 11 Oktober 2020. Para petani di desa itu menggunakan orang-orangan sawah atau disebut juga Ting Mong untuk menangkal virus corona Covid-19 berdasarkan kepercayaan yang mereka yakini. (TANG CHHIN Sothy/AFP)
Orang-orangan sawah diikat ke pagar di depan sebuah rumah di provinsi Kampong Cham, Kamboja, 11 Oktober 2020. Para petani di desa itu menggunakan orang-orangan sawah atau disebut juga Ting Mong untuk menangkal virus corona Covid-19 berdasarkan kepercayaan yang mereka yakini. (TANG CHHIN Sothy/AFP)
Seorang perempuan mendirikan orang-orangan sawah di depan rumahnya di provinsi Kampong Cham, Kamboja, 11 Oktober 2020. Penduduk di desa itu mebuat orang-orangan sawah atau disebut juga Ting Mong untuk menangkal virus corona Covid-19 berdasarkan kepercayaan yang mereka yakini. (TANG CHHIN Sothy/AFP)
Seorang perempuan mendirikan orang-orangan sawah di depan rumahnya di provinsi Kampong Cham, Kamboja, 11 Oktober 2020. Penduduk di desa itu mebuat orang-orangan sawah atau disebut juga Ting Mong untuk menangkal virus corona Covid-19 berdasarkan kepercayaan yang mereka yakini. (TANG CHHIN Sothy/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya