Salinan Lengkap Pidato BTS di Sidang Umum PBB 2020, soal Berani Hadapi Masa Depan

Kali ini, tak hanya RM yang menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB, tapi seluruh anggota BTS secara bergantian.

oleh Ratnaning AsihDiperbarui 24 September 2020, 10:45 WIB
Kali ini, tak hanya RM yang menyampaikan pidato, tapi seluruh anggota BTS secara bergantian.(Twitter/ bts_bighit)

Liputan6.com, Seoul - Setelah dua tahun, BTS kembali berpidato dalam Sidang Umum Majelis PBB, Rabu (23/9/2020) kemarin. Berbeda dari sebelumnya, karena sidang ini dihelat secara virtual, BTS tidak tampil secara langsung di hadapan perwakilan negara anggota PBB. Mereka mengungkap pidato dalam sebuah video yang sudah direkam sebelumnya. 

Tahun ini, BTS masih berbicara mengenai pesan untuk mencintai diri sendiri, tapi dihubungkan dengan konteks pandemi Corona Covid-19 yang tengah melanda dunia.

Hal lain yang berbeda, kali ini tak hanya RM yang mengucapkan pidatonya, melainkan seluruh anggota BTS secara bergantian. RM berpidato dalam bahasa Inggris, sementara keenam rekannya menggunakan bahasa Korea. 

Seperti apa pidato BTS di Sidang Majelis Umum PBB 2020? Simak salinan lengkapnya berikut ini


RM

Pidato BTS atau Bangtan Sonyeondan untuk Sidang Umum PBB yang diunggah UNICEF (Sumber: Youtube Resmi UNICEF)

Terima kasih untuk para perwakilan dari Group of Friends of Solidarity for Global Health Security, Direktur Eksekutif Unicef, dan yang terhormat para tamu undangan dari seluruh dunia.

Benar-benar sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa mendapatkan kesempatan berharga ini, berbicara dalam sebuah sesi di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB.

Nama saya RM, leader dari grup BTS. Dua tahun lalu, saya menanyakan nama Anda. Saya mendorong Anda bersuara agar bisa saya dengar. Dan saya mendorong diri saya sendiri untuk dipenuhi dengan imajinasi.

Sebagai seorang lelaki dari kota kecil di Ilsan, Korea, sebagai pria muda yang berdiri di UNGA, sebagai warga dunia, saya membayangkan kemungkinan yang tak terhingga di antara kita semua. Dan hati saya berdegup kencang penuh semangat.

Namun, Covid-19 jauh melebihi imajinasi saya.

Tur dunia kami dibatalkan, semua rencana dibatalkan, dan saya menjadi sendirian. Saya memandang ke atas, tapi tak bisa melihat bintang di langit.


Jimin

BTS dalam pidato Sidang Umum PBB ke-75 (YouTube/ BangtanTV)

Saya merasa kehilangan harapan. Semuanya runtuh. Saya hanya bisa menatap keluar jendela, hanya bisa berada di kamar saya. Kemarin, saya menari dan bernyanyi bersama penggemar di seluruh dunia. Dan sekarang dunia saya menyusut, menjadi hanya sebuah kamar.

Kemudian, teman saya menggandeng tangan saya. Kami menghibur satu sama lain, dan berbicara apa yang bisa kami lakukan bersama.

Lanjut Baca:

Hidup menjadi lebih sederhana, mungkin untuk yang pertama kalinya. Itu adalah waktu yang berharga, tak diinginkan tapi diterima. Saya menjadi terbiasa dengan seisi dunia yang menyusut secara instan. Saat saya melakukan tur, saya berdiri disinari cahaya terang dan sorak sorai meriah, tapi saat aku kembali ke kamar pada malam harinya, dunianya hanya selebar beberapa langkah. Kamar itu sendiri kecil, tapi dunia saya dan dunia kita saling terhubung jauh dan luas. Di dunia ini, kami memiliki instumen kami, ponsel, dan para penggemar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya