AP Batubara Berharap Kampanye Pilkada DKI "Sportif"

Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) AP Batubara mengharapkan kampanye putara II Pilkada DKI Jakarta mulai 14-16 September 2012 berlangsung secara sportif, damai, jujur, dan adil (jurdil).

oleh Liputan6Diterbitkan 08 September 2012, 23:20 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) AP Batubara mengharapkan kampanye putara II Pilkada DKI Jakarta mulai 14-16 September 2012 berlangsung secara sportif, damai, jujur, dan adil (jurdil).

Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP itu mengatakan, Sabtu, terkait rencana kampanye pemilihan gubernur (pilgub) putaran II antara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

AP Batubara minta tim kedua pasangan dan kalangan masyarakat tertentu agar tidak melakukan kampanye negatif atau menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) karena hal itu bertentangan UUD 1945, UU Pemiluda, dan nilai-nilai dasar negara Pancasila.

"Kami mengajak semua komponen masyarakat Jakarta agar dalam Pilgu DKI menjadikan Jakarta sebagai Ibu Kota memberikan contoh daerah lain dengan berkampanye secara santun dan sportif dan tidak menggunakan isu SARA karena hal itu tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Menurut AP Batubara yang akrab disapa AP, pendiri negara telah merumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945 bahwa setiap warga negara Indonesia berhak berpartisasi dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan berpolitik, tanpa membedakan agama, suku, dan agama.

Oleh karena itu, AP berpesan kepada warga DKI yang mempunyai hak pilih agar menggunakan hak dengan baik pada Pilkada DKI putaran II pada 20 September 2012 dengan memilih cagub yang memiliki program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan menggelar penandatanganan prasasti damai kampanye Pilkada DKI 2012 putaran kedua pada 13 September mendatang. "Melalui deklarasi kampanye damai itu diharapkan kampanye berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat dihentikan dan berlangsung damai," kata Ketua Kelompok Kerja Kampanye KPU DKI Jakarta, Suhartono.

Dia mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih membahas tempat pelaksanaan deklarasi kampanye damai tersebut. "Salah satu tempat yang direncanakan untuk deklarasi, yakni Monas. Ini merujuk pada suatu semangat pilgub yang berakhir secara baik dan damai," ujarnya.

Deklarasi, menurut Suhartono, digelar untuk mengingatkan pasangan calon yang lolos di putaran kedua mengenai siap menang dan kalah. (ANT)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya