Momen Haru Top 9 LIDA 2020 saat Minta Doa Restu pada Orangtua di Kampung

Di Konser Welcome Top 9 LIDA 2020 para peserta minta doa pada keluarga di kampung

oleh Telni RusmitantriDiperbarui 07 September 2020, 21:01 WIB
LIDA 2020 Top 9

Liputan6.com, Jakarta Konser Welcome Top 9 LIDA 2020 digelar LIVE dan berlangsung meriah, Minggu (6/9/2020) malam. Di studio Emtek City, Jakarta Barat para finalis top 9 yaitu Aco (Sulawesi Tenggara), Dini Sumatera Utara), Diyah (Jawa Timur), Gunawan (Maluku Utara), Hari (Jambi), Janna (Papua Barat), Meli (Jawa Barat), Nia (Sulawesi Selatan) dan Wulan (Banten) tampil membawakan beberapa lagu. 

Bahkan di Konser Welcome Top 9 LIDA 2020, para peserta juga memainkan drama musikal dalam sebuah segmen menarik. Dalam segmen tersebut mereka beradu akting dengan Rara LIDA, Jirayut DAA serta Putri DA. Termasuk Mak'e Soimah dan Reza DA.

Pesan dari segmen tersebut, meski mereka berasal dari kampung atau daerah-daerah, tapi bisa punya kesempatan berprestasi dan mengangkat harkat keluarga lewat kompetisi ini. Persis seperti senior-senior mereka yang sudah menjadi idola. 

Terdiri dari beragam segmen, ada bagian dari panggung musik Minggu malam kemarin yang bikin haru. Di Konser Welcome Top 9 LIDA 2020, para peserta dipersilahkan berbincang-bincang dengan para orang tua atau keluarga di kampung halaman masing-masing. Pada segmen ini para host yaitu Irfan Hakim, Ramzi, dan kawan-kawna memandu. 

Dan, keharuan pun menyeruak. 

 

LIDA 2020 Banyak yang Baru! sumberfoto: Indosiar

Hampir semua peserta tak bisa menahan jatuhnya air mata saat ngobrol dengan ayah bunda via virtual di Konser Welcome Top 9 LIDA 2020. Dini asal Sumatera Utara misalnya, tampak tercekat saat mendengar suara ayahnya di seberang. Doa dan restu disampaikan orang tua Dini untuk gadis bertubuh mungil ini. 

Nia (Sulawesi Selatan), Diyah (Jawa Timur) dan Wulan (Banten) juga mewek. "Maaf Wulan nggak bisa bantu merawat bapak," kata Wulan. Ayahandanya memang sedang sakit di kampung halaman, Banten.

Peserta Top 9 LIDA 2020 menjalani masa karantina panjang. Maklum, sejak pandemi Cobvid-19 menyusul penerapan protokol kesehatan, kompetisi LIDA 2020 berhenti sejak 4 April 2020. Dan, Senin (8/9/2020) malam ini mereka bertanding kembali.


Kompetisi Panjang

Puteri Muslimah Indonesia, ajang kecantikan untuk wanita remaja berhijab ini kembali digelar. Selaku Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad menuturkan alasannya mendirikan program ini. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Boleh dibilang inilah proses kompetisi terpanjang yang pernah digelar. "Mereka kami minta tetap tinggal di asmara. Tetap kami gaji. Tapi ya itu tak bisa bertemu dengan orang tua di kampung. Melewatkan Ramadan dan Lebaran tanpa keluarga di kampung halaman," papar Harsiwi Achmad Direktur SCM, dalam press conference virtual beberapa waktu lalu.

Lanjut Baca:

Selama 5 bulan tetap di asmara tanpa berlangsungnya kompetisi, Top 9 LIDA 2020 jadi punya waktu menjalani latihan dan workshop lebih intensif lagi. "Kami latihan koreografi, vokal dan juga menghafal lebih  banyak lagu-lagu dangdut lagi," ungkap Diyah. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya