Satgas Akui Jumlah Tes Covid-19 RI Belum Capai Target WHO

Berdasarkan standar WHO, jumlah orang yang diperiksa dalam seminggu adalah 1 per 1.000 penduduk.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Agustus 2020, 18:38 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Wiku Adisasmito jelaskan per 12 Juli 2020 zona merah hanya tersebar di 55 kabupaten/kota saat konferensi pers di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/7/2020). (Dok Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengakui jumlah pemeriksaan Covid-19 di Indonesia belum mencapai standar organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). Dia menyebut, Indonesia baru mencapai 35,6 persen dari standar WHO.

"Indonesia secara keseluruhan baru mencapai 35,6 persen dari standar WHO," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2020).

Berdasarkan standar WHO, jumlah orang yang diperiksa dalam seminggu adalah 1 per 1.000 penduduk. Dari standar itu, dengan total penduduk di Indonesia 267 juta orang, maka yang harus dites adalah 267.700 per minggu.

Meski pemeriksaan Covid-19 nasional masih jauh di bawah standar WHO, Wiku menyebut pemerintah terus bekerja keras untuk memenuhi standar internasional. Pemerintah telah melibatkan 320 laboratorium di bawah 12 lembaga untuk meningkatkan jumlah orang yang dites Covid-19.

"Kita harap pemeriksaan bisa lebih banyak," ucap Wiku.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jumlah Pemeriksaan Berbeda-beda

Dia menambahkan, jumlah pemeriksaan Covid-19 sejak Juli lalu hingga pekan ini berbeda-beda. Pada 20 Juli sampai 26 Juli 2020, jumlah orang yang dites Covid-19 sebanyak 89.712.

Kemudian pada 27 Juli sampai 2 Agustus tercatat ada 85.402 orang yang dites Covid-19. Tanggal 3 sampai 9 Agustus berada di angka 90.063 orang, 10 sampai 16 Agustus sebanyak 89.127 orang dan 17 sampai 23 Agustus mencapai 95.463 orang.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya