Liputan6.com, Jakarta Selain Adhisty Zara, yang ramai dibahas warganet sepanjang pekan ini tentu saja karakter Bu Tejo dalam film Tilik. Karakter Bu Tejo, penggunjing yang hobi pamer diperankan oleh Siti Fauziah.
Film Tilik yang dirilis di kanal YouTube Ravacana Films dalam waktu kurang dari seminggu ditonton 8 juta kali. Warganet beramai-ramai menggali informasi seputar sosok Siti Fauziah.
Advertisement
Laporan khas Showbiz Liputan6.com akhir pekan ini menampilkan 6 fakta Siti Fauziah alias Bu Tejo. Ini soal perjalanan karier, kehidupan rumah tangga, dan mimpi yang belum tercapai dari seorang Siti Fauziah. Simaklah.
1. Tiga Kali Bareng Hanung
Pernah mendapat beasiswa keaktoran dari Teater Garasi pada 2008, Siti Fauziah merintis karier sebagai pemeran pendukung sejumlah film terpuji. Ia kali pertama muncul di Mencari Hilal yang dibintangi Deddy Sutomo dan Oka Antara.
“Setelah itu saya tiga kali diarahkan Mas Hanung Bramantyo di film Talak 3, Bumi Manusia, dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta,” Siti Fauziah membeberkan.
2. Muka Enggak Terkontrol
Syuting film Tilik menyisakan banyak kenangan yang membekas di benak Siti Fauziah. Kali pertama di lokasi syuting, Siti Fauziah yang “kerasukan” Bu Tejo nyinyir hingga bibir dan raut mukanya tak terkontrol.
“Saya terlalu fokus ke dialog, nyinyir ala Bu Tejo, lalu muka enggak terkontrol sampai ditegur sutradara. Dia bilang: Karakter penggosip ini harus dibangun dan ditata agar terasa klimaksnya dalam film,” kenang Siti Fauziah.
3. Riset Penggosip
Mengapa Siti Fauziah bisa tampil natural hingga tampak menyatu dengan tokoh Bu Tejo? Rupanya, tiap kali menerima naskah, Siti selalu membedah karakter, memetakan hububungan tokoh yang dimainkannya dengan yang lain. Selain itu, ia punya kebiasaan mengamat-amati orang di sekelilingnya.
“Saat mendalami Bu Tejo, saya membatin: Wah Bu Tejo ini mirip si anu. Lalu saya memanggil ingatan soal si anu ini untuk menghidupkan Bu Tejo di depan kamera,” cerita Siti. Hasilnya, bisa kita saksikan di Tilik.
4. One Take Ok!
Ada banyak adegan ikonis di film Tilik. Dua di antaranya, adu mulut antara Yu Ning dan Bu Tejo di bak truk. Kedua, saat truk dihentikan polisi. “Iki keadaannya darurat, mbok tolong to, Pak. Nuraninya itu lo dipakai, Pak. Empatinya, Pak. Ya Allah!” jerit Bu Tejo.