Liputan6.com, Jakarta Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengenang perjuangan almarhumah ibu Ani Yudhoyono saat melahirkan putra pertama mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hal itu disampaikan SBY di akun Instagram mendiang istrinya @aniyudhoyono yang kini sudah dikelola olehnya.
Advertisement
Dalam unggahan tersebut, SBY menceritakan bahwa Agustus ini merupakan bulan yang sangat spesial bagi keluarganya. Curhatan SBY tersebut pun lantas membuat banyak orang terharu termasuk sang menantu, Anisa Pohan.
SBY Unggah Foto Lawas
Pada Selasa, (18/8) lalu, SBY mengunggah sepuluh foto di akun Instagram milik Ibu Ani Yudhoyono. Pada unggahan tersebut, ia menceritakan bagaimana bulan Agustus menjadi bulan yang sangat berarti bagi keluarganya.
Selain bulan Peringatan Kemerdekaan Indonesia, Agustus juga menjadi bulan kelahiran putra sulungnya AHY sekaligus bulan kelahiran cucu pertamanya, Almira Tunggadewi Yudhoyono atau Aira.
"AHY lahir pada 10 Agustus 1978 di sebuah klinik di Dayeuhkolot, Bandung. Sedangkan Almira lahir pada 17 Agustus 2008, di Jakarta," tulisnya.
Kenang Perjuangan Ani Yudhoyono
Dalam unggahan tersebut, SBY mengenang perjuangan almarhumah istrinya saat akan melahirkan anak pertama mereka. SBY menuturkan jika air ketuban Ibu Ani tiba-tiba pecah di kendaraan jeep militer yang ia kemudikan. Dengan sigap, ia langsung membawa ibu Ani ke klinik persalinan dan menggendongnya sendiri menuju ke kamar persalinan.
"Saya ingat, dulu waktu istri tercinta Ani mau melahirkan AHY, air ketubannya pecah di kendaraan jip militer yang saya kemudikan," kenangnya.
Momen Kelahiran Cucu Pertama
Lebih lanjut, SBY kembali mengenang momen kelahiran cucu pertamanya yakni Aira yang bertepatan dengan Peringatan Kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 2008 yang pada saat itu SBY masih menjabat sebagai presiden RI. Di tengah kesibukannya yang padat pada hari itu, SBY mengatakan masih menyempatkan diri untuk menunggui proses persalinan Anisa Pohan dan menanti cucu pertama mereka lahir.
"Saya ingat hari itu adalah hari yang sangat panjang. Tengah malam memimpin Renungan Suci di TMP Kalibata; pagi hari memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi; sore hari Penurunan Bendera serta malam harinya Resepsi Kenegaraan," tuturnya.