Bola Ganjil: Fenomena Punahnya Juara Liga Rumania, Salah Siapa?

Banyak klub yang menjadi juara liga sepak bola Rumania kemudian punah. Simak kisah mereka.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 22 September 2020, 22:13 WIB
Sepak bola Rumania. (AFP/Daniel Mihailescu)

Liputan6.com, Jakarta - Bukan salah komunisme sepenuhnya. Namun, ideologi tersebut memainkan peran besar sehingga Rumania mengemban status sebagai negara Eropa yang paling banyak kehilangan juara sepak bola.

Sebanyak 15 klub yang total mengoleksi 36 gelar liga kini sudah punah. Mereka bisa dibagi jadi tiga kategori, era amatir sebelum Perang Dunia I, awal periode profesionalisme, serta klub modern.

Rumania menggelar kompetisi nasional pada 1909. Sebanyak lima klub berbeda memenangkan tujuh edisi pertama. Tiga di antaranya datang dari Bucharest (Olympia, Colentina AC, Romano-Americana) dan dua berdomisili di Ploiesti (United, Prahova).

Olympia menjadi juara di dua edisi pertama. Berdiri tahun 1904 dengan kombinasi pemain domestik dan asing, mereka mengukuhkan diri sebagai salah satu tim terkuat.

Namun, klub mulai goyah karena mayoritas pemain pindah ke Colentina AC pada 1915. Setelah Perang Dunia I, mereka sempat bangkit dan berkompetisi di level lokal.

Kebanyakan klub Rumania bubar atau berganti nama usai Perang Dunia II, termasuk Olympia. Meski sempat berubah identitas menjadi Olympia-Rheim, klub punah tidak lama berselang.

Colentina AC mengalami nasib sama. Berdiri tahun 1909 oleh pekerja pabrik katun yang dimiliki Pemerintah Inggris, mereka menjadi juara pada 1913 dan 1914.

Mengandalkan mayoritas pemain Inggris, tim mulai pecah ketika anggota skuat pulang karena perang bergejolak. Colentina AC sempat berkompetisi di kompetisi regional Bucharest di antara perang sebelum punah tahun 1947.

Sementara Romano-Americana Bucharest bubar sembilan bulan setelah memenangkan kompetisi tahun 1914. Penyebabnya identik seperti Coentina. Klub diprakarsai perusahaan minyak Amerika Serikat dan Belanda. Pemain yang merupakan pegawai perusahaan memilih pulang karena Perang Dunia I sehingga Romano-Americana tidak memiliki tim.

Saksikan Video Sepak Bola Rumania Berikut Ini


Nasib Klub Poiesti

ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)

Akhir dominasi klub Bucharest menjadi awal bagi kebangkitan wakil Poiesti. United menjadi juara pada 1912 usai mengalahkan Olympia 6-2.

Mereka dengan mudah meraih kemenangan. Olympia hanya mengandalkan sembilan orang karena dua pemain masih sekolah dan tidak mendapat izin dari orang tua masing-masing untuk pergi bertanding.

Lanjut Baca:

Meski sukses, United bubar di awal Perang Dunia I. Pemain dari klub itu kemudian bergabung dengan Romano-Americana atau Prahova. Mereka yang hengkang ke Prahova kemudian merasakan kesuksesan pada 1916. Di antara klub-klub tersebut, Prahova merasakan eksistensi lebih lama. Mereka terus bertanding usai Perang Dunia II meski tidak di kasta tertinggi dan beberapa kali mengubah identitas. Terakhir mereka bernama Argus Prahova dan bubar di tahun 2000.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya