Dinilai Gagal Atasi Pandemi, Ribuan Warga Israel Desak PM Netanyahu Mundur

Para demonstran mengibarkan bendera-bendera Israel dan menyerukan Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 10 Agustus 2020, 09:32 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu memberi sambutan saat peresmian Kedubes Guatemala di Yerusalem, Rabu (16/5). Netanyahu menyebut peresmian tersebut adalah tepat karena Guatemala menjadi negara kedua yang mengakui Israel pada 1948. (Ronen Zvulun/Pool via AP)

Liputan6.com, Tel Aviv - Ribuan warga Israel berunjuk rasa di luar kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Sabtu (8/8) kemarahan memuncak terkait berbagai tuduhan korupsi dan caranya menangani krisis Virus Corona COVID-19.

Tulisan "Waktu Anda habis," terpasang di luar sebuah bangunan di lokasi protes, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Senin (10/8/2020).

Sementara para demonstran mengibarkan bendera-bendera Israel dan menyerukan Netanyahu untuk mengundurkan diri.

Mereka menuduh Netanyahu gagal melindungi pekerja dan bisnis-bisnis yang terkena dampak pandemi.

Gerakan protes itu telah meningkat dalam beberapa pekan belakangan. Sejumlah kritik menuduh Netanyahu terusik oleh sebuah kasus korupsi yang melilitnya. Dia membantah melakukan kesalahan.

Netanyahu, yang dilantik untuk jabatan kelima pada Mei setelah pemilu yang berlangsung ketat, telah menuduh para demonstran mencoreng demokrasi. Dia juga menuduh media Israel mendukung pembangkangan.

Simak video pilihan berikut:

Lonjakan Kedua di Israel

Seorang pramusaji menyajikan makanan di sebuah restoran di Tel Aviv, Israel pada Rabu (27/5/2020). Setelah lebih dari dua bulan ditutup untuk membendung penularan virus corona, restoran hingga kafe di Israel diizinkan dibuka kembali hari Rabu, 27 Mei. (AP Photo/Sebastian Scheiner)

Partai Likud yang berhaluan kanan pada Sabtu (8/8) menyebut protes-protes itu sebagai "kerusuhan sayap kiri."

Partai yang menaungi Netanyahu itu juga menuduh saluran berita Channel 12 yang populer di Israel, melakukan "segala upaya untuk memicu demonstrasi kiri-jauh."

Israel pada Mei mencabut karantina wilayah sebagian yang telah menekan kurva infeksi.

Namun lonjakan kasus Covid-19 kedua dan pembatasan-pembatasan berikutnya telah menyebabkan tingkat popularitas Netanyahu merosot hingga di bawah 30 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya