Liputan6.com, Jakarta Di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang melanda dunia saat ini, penggunaan masker menjadi sebuah kewajiban saat beraktivitas di tempat umum. Tujuannya untuk mencegah perpindahan droplet yang berpotensi sebagai media penularan penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut.
Bagi masyarakat awam disarankan untuk memakai masker kain. Sementara masker medis lebih diperuntukkan bagi petugas-petugas di rumah sakit dan tenaga kesehatan lainnya. Bagi yang sehari-hari bersinggungan dengan penderita Covid-19 dibekali dengan peralatan yang lebih lengkap lagi.
Advertisement
Penggunaan masker juga pernah populer di kalangan tentara pada Perang Dunia I. Namun jenisnya berbeda dari masker yang banyak beredar saat ini. Bertujuan untuk menghindari serangan gas beracun, tentara pada Perang Dunia I dibekali masker yang mampu menutupi seluruh kepala.
Tak hanya saat mereka tengah bertempur saja, penggunaan masker pada saat itu bahkan saat bermain sepak bola. Seperti apa penampakannya? Lewat rubrik Bola Ganjil, redaksi Liputan6.com akan mengajak Anda melihat kembali potret pemain-pemain sepak bola bermasker tersebut.
Langsung saja, ikuti ceritanya pada halaman berikutnya.
Saksikan juga video menarik di bawah ini
Bola dan Perang
Perang Dunia I (1914 - 1918) memakan jutaan korban jiwa. Namun di tengah desingan peluru, sepak bola seakan tidak ada matinya. Olahraga sebelas lawan sebelas ini bahkan menjadi salah satu hiburan bagi pasukan yang kelelahan.
Semasa perang, sepak bola biasa dimainkan oleh tentara dan pelaut. Sepak bola pada masa itu juga dijadikan alat propaganda untuk menjatuhkan mental musuh.
Seperti dilansir grantland.com, pertandingan resmi bahkan masih sempat berjalan di tengah kecamuk perang dunia I. Salah satunya adalah adalah pertandingan final Piala FA yang mempertemukan Chelsea dan Sheffield United, pada 24 April 1915.
Duel ini sejatinya digelar di markas Crystal Palace, London Selatan. Namun perang membuat akses ke lokasi semakin sulit. Akhirnya pertandingan pun terpaksa dipindah ke stadion Old Trafford di Manchester.
Berdesakan di Tepi Lapangan
Menariknya, pertandingan yang kemudian dikenal dengan sebutan Khaki Cup Final itu dihadiri 50 ribu tentara.