Liputan6.com, Jakarta - Pada 15 Juli 2020, akun Twitter orang-orang ternama dunia, seperti Elon Musk, Kanye West, Bill Gates, Jeff Bezos, Joe Biden, Barack Obama, hingga Kim Kardashian dibajak hakers. Isunya, ada karyawan Twitter yang membantu peretasan tersebut.
Serangan pada Twitter orang-orang ternama itu meminta para warganet ikut berdonasi dalam uang virtual, bitcoin. Nantinya, uang virtual itu bakal didonasikan untuk melawan virus corona covid-19.
Advertisement
Seperti dalam tangkapan layar akun Twitter Barack Obama. Mantan Presiden Amerika Serikat itu menjanjikan bakal mengembalikan bitcoin hingga dua kali lipat jika ada yang berdonasi untuk covid-19.
"Saya tergerak karena Covid-19. Semua bitcoin yang dikirim ke alamat saya di bawah ini akan dikirim dua kali lipat. Jika Anda mengirim 1.000 dolar Amerika Serikat, saya bakal kirim lagi 2.000 dolaar Amerika Serikat," kicau akun Barack Obama yang diretas.
Isunya, aksi peretasan tersebut melibatkan karyawan Twitter. Bahkan, seorang karyawan Twitter yang dijadikan kambing hitam ini memberikan akses ke sistem dan alat internal kepada peretas. Benarkah?
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar keterlibatan karwayan Twitter dalam peretasan akun orang-orang terkenal pada 15 Juli 2020. Penelusuran dilakukan melalui situs berita Newsnow.co.uk pada Senin (20/7/2020). Dari sana, tim Cek Fakta diarahkan ke link situs sputniknews.com yang berjudul: "Major Twitter Hack: Bitcoin Scam Attack Targets Prominent Figures Including Musk, Biden, Bezos".
Dalam artikel tersebut, peretas mendapatkan uang yang sangat banyak, yakni 113 ribu dolar Amerika Serikat. Pihak Twitter juga sudah menyerahkan kasus tersebut kepada Biro Investigasi Federa (FBI) untuk mencari tahu apakah ada karyawannya yang terlibat.
"Sebagian akun sudah bisa menge-tweet lagi. Saat ini, kami terus memperbaikinya. Kami sedang berusaha untuk mengembalikan semuanya ke normal secepat mungkin," bunyi pernyataan Twitter.
"Kami juga mengetahui adanya insiden keamanan yang memengaruhi akun di Twitter. Kami sedang menyelidiki dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya," lanjut pernyataan resmi Twitter.
Usai insiden ini, Twitter, seperti dimuat Liputan6.com pada 18 Juli 2020, mengatakan akan bekerja untuk mengembalikan kepercayaan penggunanya. Perusahaan juga menyadari tanggung jawab pada pengguna layanan mereka, termasuk secara umum pada masyarakat luas.
"Kami malu, kami kecewa, dan lebih dari segalanya, kami minta maaf. Kami tahu harus bekerja untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna, dan kami akan mendukung semua upaya untuk membawa pelaku ke pengadilan," tulis Twitter.
Perusahaan juga mengatakan, selama proses ini, mereka akan terbuka dan transparan. Selain itu, langkah dan tindakan yang akan diambil diharapkan dapat melindungi serangan lain di masa depan, sekaligus menjadi awal untuk memperbaiki kondisi saat ini.
Sementara itu, pihak FBI mengatakan, mereka sudah mendapat laporan tentang kejahatan cyber tersebut. Mereka juga meminta masyarakat untuk lebih cermat agar tidak menjadi korban penipuan.
"Akun orang-orang terkenal itu sepertinya digunakan untuk penipuan cryptocurrency. Kami menyarankan masyarakat untuk tidak menjadi korban lagi," kata pernyataan FBI yang ada di San Francisco, dikutip dari ABC.
Kesimpulan
Kabar tentang karyawan Twitter membantu hacker meretas akun orang-orang terkenal belum dapat dikonfirmasi. Sebabnya, pihak Twitter bekerja sama dengan FBI masih mencari beberapa bukti untuk mencari kebenaran.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.
Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.
Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.