Aletta Stars Gandeng Edo Kondologit dan Artis Internasional di Lagu Kemanusiaan

Edo Kondologit dan sejumlah musikus lokal maupun internasional, terlibat single baru milik Aletta Stars untuk dirilis di delapan negara Asia.

oleh Ruly RiantrisnantoDiperbarui 18 Juli 2020, 19:23 WIB
Aletta Stars, Edo Kondologit Aweera, dan sejumlah artis lain di lagu pop bertema kemanusiaan. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Grup vokal Aletta Stars yang berisi Thia, Fikri dan Stevani, kini tengah memperkenalkan single baru mereka, “Tak Ada Yang Tak Bisa” (TAYTB). Lagu ini merupakan pembuka dari album berjudul Ini Karya Aletta Stars yang rencananya akan dirilis pada 2021 dalam format vinyl.

Single Aletta Stars ini dirilis sebagai proyek kemanusiaan dalam rangka persamaan rasa musisi Indonesia dan luar negeri di tengah pandemi Covid-19. Secara global, single ini bercerita tentang spirit kemanusiaan dalam menghadapi bencana.

Single "TAYTB" ini merupakan buah karya Faizal Lubis (mantan additional keyboard NOAH dan Radja) yang menghasillan kolaborasi sinergis antara Aletta Stars dengan musisi terkenal lain, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka adalah Edo Kondologit, Rafli Kande, Aweera, dan Azlan.


Para Pengisi

Aletta Stars, Edo Kondologit Aweera, dan sejumlah artis lain di lagu pop bertema kemanusiaan. (Ist)

Rafli Kande merupakan seniman musik asal Aceh yang mendunia serta anggota parlemen Republik Indonesia. Lalu Edo Kondologit yang dikenal sebagai salah satu penyanyi terbaik tanah air asal Papua.

Selanjutnya ada Aweera, vokalis dari band rock Malaysia Pelita Lusoh yang setahun inisedang berkiprah secara internasional. Selain itu ada Azlan, musikus Negeri Jiran yang tergabung di grup musik Azlan & Typewriter.


Proses Penggarapan

Seluruh dunia termasuk Indonesia sedang mengalami pandemi Covid-19. Sehingga, video klip lagu “Tak Ada Yang Tak Bisa” digarap dengan standar Physical Distancing atau pengambilan visual dari masing-masing personil.

Sementara itu, roses penggarapan single TAYTB ini sejak awal hingga akhir tergolong cepat, yakni sekitar 10 hari. Komunikasi dua arah yang dibangun dari inisiator Pop Kemanusiaan hingga proses rekaman dan video klip, dilakukan dengan diskusi setiap hari melalui teleconference.

Faizal Lubis selaku produser musik sekaligus founder Fabis Studio, memegang manajemen grup vokal Aletta Stars di Jakarta bersama petinggi label musik internasional Life Records, Osman Arrifin, yang berkantor di tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia dan Hong Kong.


Dampak Pandemi

Lagu ini rencananya menjadi single kedua untuk album Aletta Stars. Namun, label musik internasional Life Records tertarik untuk bekerjasama denganmanajemen Fabis Studio yang menaungi Aletta Stars.

Lanjut Baca:

Beberapa minggu kemudian, dunia dilanda pandemi Covid-19, maka terjadi perubahan, dimana single "TAYTB" ini dijadikan single pembuka dengan tema Pop Kemanusiaan untuk kepedulian bencana secara global yang terjadi di dunia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya