Liputan6.com, Quito: Setelah sempat terkatung-katung, akhirnya pendiri situs whistle-blower Wikileaks Julian Assange mendapatkan suaka politik dari Ekuador. Keputusan itu diberikan setelah selama dua bulan Assange berjuang mendapatkan perlindungan dari negara tersebut lewat Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris.
"Kami telah mengabulkan permintaan suaka politik Assange. Kami menyadari ketakutan yang dihadapi Assange," kata Ricardo Patino, Menteri Luar Negeri Ekuador. Hal itu terbukti dengan adanya ancaman dari Inggris yang akan memaksa masuk ke kedutaan besar Ekuador di London untuk menangkap pendiri Wikileaks, Julian Assange [baca: Assange Diancam Akan Ditangkap Inggris].
Ia menambahkan, ektradisi Assange ke Swedia kemungkinan besar hanya sebagai dari plot. Setelah sampai ke Swedia, Assange diyakini akan dikirim ke Amerika Serikat untuk diadili di sana. Jika hal itu sampai terjadi maka Assange tidak akan pernah memiliki kebebasan lagi. Assange dikhawatirkan akan diadili secara militer di AS. Ia juga menyayangkan, Australia, negara asal Assange tidak memberikan perlindungan kepada Assange.
Keputusan Ekuador itu ternyata banyak mendapat simpati publik. Aksi massa dilakukan di London, Inggris, sebagai dukungan untuk Assange. Pengunjuk rasa berterima kasih kepada Ekuador karena telah mengabulkan permintaan Assange, Jumat (17/8).
Sementara itu, Swedia diperbolehkan untuk menginterogasi Assange di Kedutaan Besar Ekuador di Lodon, Inggris.
Selama ini, Assange percaya jika tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya bermuatan politik karena situs miliknya dengan berani membeberkan data-data rahasia milik suatu negara. Pembocor banyak kawat diplomat yang membuat malu sejumlah negara ini membantah tuduhan dan mengklaim bahwa aktivitas seksual dilakukan atas dasar suka sama suka. (RT News/MEL)
"Kami telah mengabulkan permintaan suaka politik Assange. Kami menyadari ketakutan yang dihadapi Assange," kata Ricardo Patino, Menteri Luar Negeri Ekuador. Hal itu terbukti dengan adanya ancaman dari Inggris yang akan memaksa masuk ke kedutaan besar Ekuador di London untuk menangkap pendiri Wikileaks, Julian Assange [baca: Assange Diancam Akan Ditangkap Inggris].
Ia menambahkan, ektradisi Assange ke Swedia kemungkinan besar hanya sebagai dari plot. Setelah sampai ke Swedia, Assange diyakini akan dikirim ke Amerika Serikat untuk diadili di sana. Jika hal itu sampai terjadi maka Assange tidak akan pernah memiliki kebebasan lagi. Assange dikhawatirkan akan diadili secara militer di AS. Ia juga menyayangkan, Australia, negara asal Assange tidak memberikan perlindungan kepada Assange.
Keputusan Ekuador itu ternyata banyak mendapat simpati publik. Aksi massa dilakukan di London, Inggris, sebagai dukungan untuk Assange. Pengunjuk rasa berterima kasih kepada Ekuador karena telah mengabulkan permintaan Assange, Jumat (17/8).
Sementara itu, Swedia diperbolehkan untuk menginterogasi Assange di Kedutaan Besar Ekuador di Lodon, Inggris.
Selama ini, Assange percaya jika tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya bermuatan politik karena situs miliknya dengan berani membeberkan data-data rahasia milik suatu negara. Pembocor banyak kawat diplomat yang membuat malu sejumlah negara ini membantah tuduhan dan mengklaim bahwa aktivitas seksual dilakukan atas dasar suka sama suka. (RT News/MEL)