Liputan6.com, Baghdad: Pemerintah Irak membantah memiliki senjata pemusnah massal, seperti yang dituduhkan Amerika Serikat. Irak juga tak pernah berniat memproduksi senjata tersebut. Untuk membuktikan hal itu, Deputi Perdana Menteri Irak Abdul Tawab Mullah Hawaish, Kamis (10/10), mengundang pemerintah AS datang ke lokasi yang dicurigai sebagai tempat produksi senjata [baca: AS Menyebarkan Foto Instalasi Nuklir Irak].
Menurut Abdul Tawab, semua tudingan Presiden George W. Bush sangat tak berdasar. Sebab, Irak memang tak pernah mempunyai senjata pemusnah massal. Itulah sebabnya, Abdul mengecam rencana AS menyerang Irak dan menggulingkan Presiden Saddam Hussein [baca: George Bush: Serangan ke Irak Pilihan Terakhir ]. Jika sampai Bush menjatuhkan Saddam, tentara Irak akan memberi pelajaran kepada AS.
Hingga saat ini negosiasi mengenai teknis pelaksanaan pemeriksaan senjata di Irak masih berjalan alot. Bush masih mencari dukungan dari Kongres AS untuk menyerang Irak. Ia juga berharap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mau mendukung rencana AS.(ULF/Uri)
Menurut Abdul Tawab, semua tudingan Presiden George W. Bush sangat tak berdasar. Sebab, Irak memang tak pernah mempunyai senjata pemusnah massal. Itulah sebabnya, Abdul mengecam rencana AS menyerang Irak dan menggulingkan Presiden Saddam Hussein [baca: George Bush: Serangan ke Irak Pilihan Terakhir ]. Jika sampai Bush menjatuhkan Saddam, tentara Irak akan memberi pelajaran kepada AS.
Hingga saat ini negosiasi mengenai teknis pelaksanaan pemeriksaan senjata di Irak masih berjalan alot. Bush masih mencari dukungan dari Kongres AS untuk menyerang Irak. Ia juga berharap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mau mendukung rencana AS.(ULF/Uri)