Gdansk - Lini masa media sosial mendadak gegap gempita ketika Lechia Gdansk mengumumkan kedatangan Egy Maulana Vikri, wonderkid yang digadang-gadang sebagai wajah sepak bola Indonesia di masa depan. Seiring berjalannya waktu, situasinya hampir berubah total.
Medio Maret 2018, Egy Maulana Vikri menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama kontestan Ekstraklasa atau kasta pertama di Liga Polandia itu.
Advertisement
Sikap optimistis yang tinggi mengiringi babak baru karier Egy Maulana. Pesepak bola asal Medan, Sumatra Utara itu diharapkan bisa menjadi representasi Indonesia di kompetisi Eropa.
Setahun berjalan, wajah-wajah keyakinan perlahan mulai pudar. Budaya ketidaksabaran membuat banyak pihak mengkritisi keputusan Egy hengkang ke Eropa.
Ia dinilai salah langkah dengan merantau ke benua biru ketika usianya masih sangat hijau, 17 tahun. Pada musim pertamanya bersama Lechia Gdansk, Egy lebih banyak berkutat di tim cadangan atau Lechia Gdansk II.
Pada 2018-2019 lalu, Lechia Gdansk II berkompetisi di IV liga atau kasta kelima Liga Polandia. Egy mampu membukukan 16 gol dalam 21 laga. Namun, ketika bermain di tim utama, Egy Maulana Vikri cuma bisa mencatatkan dua penampilan dengan catatan 10 menit bermain.
Terus Bekerja Keras
Agen yang menaungi Egy Maulana Vikri, Dusan Bogdanovic, melihat masyarakat Indonesia seolah menginginkan hasil instan terhadap proses perjuangan kliennya menembus ketatnya persaingan di kompetisi Eropa.
"Egy bekerja dengan baik dan berkonsentrasi kepada pekerjaannya di Lechia Gdansk dan semuanya berjalan dengan baik. Begitu dia mendapatkan kesempatan, dia akan siap untuk membuktikan kerja kerasnya,” kata Dusan kepada Bola.com.
"Masyarakat Indonesia hanya sedikit kurang sabar terkait ini. Egy datang ke Eropa tanpa pengalaman di sepak bola profesional dan tanpa menit bermain di kompetisi profesional."
"Pada tahun pertama, Egy Maulana Vikri mendapatkan pengalaman di tim cadangan dan mencetak 16 gol dalam 21 pertandingan. Secara fisik dia lemah pada saat itu, tapi talentanya besar dan siap kerja keras untuk berkembang," imbuh Dusan.
Lechia Gdansk Bukan Tim Sembarangan
Pada musim ini, jumlah penampilan Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk mengalami penurunan. Namun, total menit bermainnya justru bertambah.