Agen Sebut Masyarakat Indonesia Kurang Sabar Tunggu Egy Maulana Berkembang

Kontrak Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk tersisa satu musim lagi dan ada kemungkinan dia dilepas.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 01 Juli 2020, 13:50 WIB
Egy Maulana Vikri mencetak dua gol saat Lechia Gdansk II mengalahkan Pogon Lebork dalam laga lanjutan kompetisi kasta kelima liga Polandia, Rabu (15/8/2018). (Twitter Lechia Gdansk)

Gdansk - Lini masa media sosial mendadak gegap gempita ketika Lechia Gdansk mengumumkan kedatangan Egy Maulana Vikri, wonderkid yang digadang-gadang sebagai wajah sepak bola Indonesia di masa depan. Seiring berjalannya waktu, situasinya hampir berubah total.

Medio Maret 2018, Egy Maulana Vikri menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama kontestan Ekstraklasa atau kasta pertama di Liga Polandia itu.

Sikap optimistis yang tinggi mengiringi babak baru karier Egy Maulana. Pesepak bola asal Medan, Sumatra Utara itu diharapkan bisa menjadi representasi Indonesia di kompetisi Eropa.

Setahun berjalan, wajah-wajah keyakinan perlahan mulai pudar. Budaya ketidaksabaran membuat banyak pihak mengkritisi keputusan Egy hengkang ke Eropa.

Ia dinilai salah langkah dengan merantau ke benua biru ketika usianya masih sangat hijau, 17 tahun. Pada musim pertamanya bersama Lechia Gdansk, Egy lebih banyak berkutat di tim cadangan atau Lechia Gdansk II.

Pada 2018-2019 lalu, Lechia Gdansk II berkompetisi di IV liga atau kasta kelima Liga Polandia. Egy mampu membukukan 16 gol dalam 21 laga. Namun, ketika bermain di tim utama, Egy Maulana Vikri cuma bisa mencatatkan dua penampilan dengan catatan 10 menit bermain.


Terus Bekerja Keras

Pria berjuluk Egy Messi ini adalah pemain pertama dari Asia Tenggara yang merapat ke Lechia Gdansk. (Bola.com/M Iqbal Ichsan) (dok. Lechia Gdansk)

Agen yang menaungi Egy Maulana Vikri, Dusan Bogdanovic, melihat masyarakat Indonesia seolah menginginkan hasil instan terhadap proses perjuangan kliennya menembus ketatnya persaingan di kompetisi Eropa.

"Egy bekerja dengan baik dan berkonsentrasi kepada pekerjaannya di Lechia Gdansk dan semuanya berjalan dengan baik. Begitu dia mendapatkan kesempatan, dia akan siap untuk membuktikan kerja kerasnya,” kata Dusan kepada Bola.com.

"Masyarakat Indonesia hanya sedikit kurang sabar terkait ini. Egy datang ke Eropa tanpa pengalaman di sepak bola profesional dan tanpa menit bermain di kompetisi profesional."

"Pada tahun pertama, Egy Maulana Vikri mendapatkan pengalaman di tim cadangan dan mencetak 16 gol dalam 21 pertandingan. Secara fisik dia lemah pada saat itu, tapi talentanya besar dan siap kerja keras untuk berkembang," imbuh Dusan.


Lechia Gdansk Bukan Tim Sembarangan

Pesepak bola Indonesia, Egy Maulana mengontrol bola saat diperkenalkan sebagai pemain baru Lechia Gdansk di Stadion Energa Gdańsk, Polandia, Minggu (11/3/2018). Dirinya dikontrak Lechia Gdansk selama tiga musim. (Lechia Gdansk)

Pada musim ini, jumlah penampilan Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk mengalami penurunan. Namun, total menit bermainnya justru bertambah.

Lanjut Baca:

Lechia Gdansk satu kali memercayai Egy bertanding sebagai starter pada pekan kedua Ekstraklasa, 28 Juli 2019, ketika ditahan imbang 0-0 oleh Wisla Krakow. Mantan pemain Timnas Indonesia U-19 ini diganti saat jeda turun minum. Dusan mengingatkan Egy tidak bermain untuk tim sembarangan di Polandia. Lechia Gdansk adalah pemenang Piala Polandia serta Piala Super Polandia pada musim lalu dan mengakhiri Ekstraklasa 2018-2019 di peringkat ketiga. Berkat menjuarai Piala Polandia 2018-2019, Lechia Gdansk berhak memperoleh satu tiket ke Liga Europa 2019-2020, kendati tersingkir di babak kualifikasi kedua dari wakil Denmark, Brondby IF, dengan agregat 3-5.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya