Liputan6.com, Urbino - Sembilan kali juara dunia, Valentino Rossi, akan memasuki musimnya yang ke-25 di Grand Prix sekaligus yang ke-21 di MotoGP. Meski kini lebih dikenal sebagai ikon utama Yamaha, rider Italia tersebut tadinya justru merupakan ikon Aprilia, yang ternyata selalu menyediakan tempat bagi The Doctor di hati mereka sampai sekarang.
Hal itu dinyatakan oleh pemilik dan Presiden Aprilia, Ivano Beggio, dalam buku otobiografinya. Beggio meninggal dalam usia 74 tahun pada 2018 lalu, yakni saat ia tengah sibuk mengerjakan buku tersebut. Otobiografinya pun kini tengah dilanjutkan oleh Claudio Pavanello, yang baru-baru ini memperbolehkan Marca mengintip sebagian isinya.
Advertisement
Beggio merupakan sosok penting yang membentuk departemen balap Aprilia yang kini dinamai Aprilia Racing. Pabrikan asal Noale, Italia, ini pun mengorbitkan banyak ternama Italia. Tak hanya Valentino Rossi, Max Biaggi, Loris Capirossi, dan Marco Simoncelli, ada banyak lagi pebalap hebat yang pernah membela mereka.
Dalam bukunya, tepatnya pada bab 'Ciclone Valentino' atau 'Badai Topan Valentino', Beggio mengisahkan hubungan eratnya dengan Rossi, begitu juga momen saat The Doctor menandatangani kontrak pertamanya dengan Aprilia. Bersama Aprilia, Rossi memenangi Kejuaraan Sport Production dan Kejuaraan Eropa, dan akhirnya turun di GP125 pada 1996.
"Rivalitas dengan Biaggi menyertai debut Valentino Rossi, yang duduk di peringkat 9 di GP125 dan meraih kemenangan perdananya di Brno, dan itu nyaris tak terduga. Rossi dibawa ke kantor saya oleh (Carlo) Pernat sebagai rider muda yang sangat menjanjikan," ungkap Beggio.
"Realitanya, kami ingin menggaetnya karena ia anak Graziano, rider Italia yang hebat di GP250 dan GP500. Graziano juga membantu kami mengembangkan motor 125cc. Siapa sangka anak ini, yang menandatangani kontrak pertamanya dengan nilai 30 juta lira (sekitar 15.500 euro) saja, malah jadi bintang dunia dan ditakdirkan lebih hebat dari Giacomo Agostini?" lanjutnya.
Selebrasi Ikonik Rossi
Beggio kemudian mengenang masa-masa remaja Rossi yang tak hanya hebat di lintasan, namun juga berkarisma, terbukti lewat selebrasi-selebrasi ikoniknya usai meraih kemenangan. Beggio pun mengaku sangat ingat momen-momen istimewa saat Rossi melakukan perjalanan menuju gelar dunia pertamanya di GP125 1997.