Pengamat: Pandemi Covid-19 Sebabkan Industri Timah Menurun

Tantangan terbesar Indonesia dalam menjadi penentu harga timah dunia adalah tingginya tingkat illegal mining.

oleh Liputan6.comDiperbarui 25 Juni 2020, 14:45 WIB
Industri timah. (Foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat dari Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Indonesian Cooperative Management Institute) Giyanto Purbo menyatakan, pandemi Covid-19 membuat hampir semua industri yang aktivitasnya melibatkan interaksi dengan banyak orang tutup untuk meminimalkan penyebaran covid 19. Kondisi ini juga berlaku untuk industri timah yang permintaannya tengah menurun saat ini.

"Bagaimana ada permintaan bahan baku jika tidak ada produksi," ujarnya, Rabu (24/6/2020).

Giyanto tidak sependapat adanya dua bursa komoditas timah di Indonesia yaitu ICDX dan JFX memicu turunnya harga timah. Menurutnya, hal tersebut akibat penurunan permintaan.

Seperti diketahui, pemerintah membentuk dua bursa berjangka untuk komoditas timah yaitu BKDI/ICDX yang berdiri pada tahun 2013 dan JFX pada tahun 2018.

Selain untuk menstabilkan harga timah, pembentukan kedua bursa tersebut juga bertujuan agar Indonesia sebagai salah satu penghasil timah terbesar bisa menjadi penentu harga timah di pasar dunia.

Namun, hasil riset Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM pada tahun 2016 menyebutkan pengaruh fluktuasi harga timah di bursa LME (London Metal Exchnge) lebih besar terhadap fluktuasi harga timah di bursa BKDI/ICDX.

Untuk menjadi penentu harga timah dunia, menurut hasil riset tersebut Indonesia harus mampu meningkatkan daya saing industri hilir di dalam negeri agar permintaan terhadap bahan baku timah meningkat.

"Karena dari total produksi timah Indonesia pada 2015 sebesar 69.500 ton, hanya 1.579 ton (2,3%) yang dikonsumsi di dalam negeri," ujar Giyanto.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Illegal Mining Tinggi

Berbeda dengan Tiongkok, dari total produksi timah 162.000 ton pada 2015 konsumsi dalam negerinya mencapai 150.000 ton (92,6%).

Selain soal daya saing industri hilir, hasil riset Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM pada tahun 2016 juga menyebutkan, tantangan terbesar Indonesia dalam menjadi penentu harga timah dunia adalah tingginya tingkat illegal mining timah.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya