Liputan6.com, London - Arsenal mengawali kiprahnya pada lanjutan Liga Inggris 2019/2020 dengan hasil mengecewakan. The Gunners kalah 0-3 saat menyambangi markas Manchester City, Etihad Stadium, pertengahan pekan lalu.
David Luiz dianggap sebagai biang keladi kekalahan itu. Sebab selain blunder pada gol pertama City oleh Raheem Sterling, Luiz menyebankan City berkesempatan mencetak gol dari titik penalti.
Advertisement
Tugas Arsenal semakin berat karena pelanggaran itu menyebabkannya dikartu merah. Bermain dengan 10 pemain, The Gunners akhirnya kebobolan satu gol lagi sekaligus melengkapi kekalahan 0-3 mereka.
Luiz mengakui kesalahan tersebut dan dia tidak bisa tampil saat Arsenal bertemu Brighton. Meski demikian, kesialan Arsenal juga berlanjut pada laga kedua melawan Brigthon. Dalam duel ini, The Gunners kembali kalah 1-2 saat bertanding Venue The American Express Community Stadium.
Buruknya permainan anak asuh Mikel Arteta ternyata bukan hanya disebabkan blunder pemain saja. Seperti dilansir Metro.co.uk, kekalahan beruntun ini juga tidak lepas dari persiapan tidak ideal The Gunners menyusul hasil tes Covid-19 yang mereka jalani sebelum kembali ke lapangan.
Hasil Tes Covid-19
David Ornstein wartawan Theathletic.com, mencatat sejumlah penyebab kekacauan latihan The Gunners. Salah satunya adalah hasil pemeriksaan tim dari Premier League yang menemukan salah seorang pemain Arsenal positif Covid-19 hanya beberapa hari sebelum duel melawan City.
Kondisi bertambah parah, karena dalam penelusuran lebih jauh diketahui bahwa pemain tersebut juga sempat melakukan kontak dengan dua pemain Arsenal lainnya. Akibatnya, mereka pun berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) dan ikut menjalani masa karantina sehingga tidak ikut latihan.
Arsenal tidak percaya dengan hasil tes ini. Sebab pemain yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala Covid-19. Selain itu, hasil pemeriksaan sebelumnya juga tidak menunjukkan ada pemain The Gunners yang terjangkit virus mematikan tersebut. Karena itu, Arsenal menduga hasil tes terbaru keliru.
Guna memastikan dugaan itu, Arsenal berinisiatif melakukan tes ulang. Pemain yang telah dinyatakan positif Covid-19 kemudian menjalani tes antibodi dan anti gen. Hasilnya, pemain yang bersangkutan negatif, tapi karena dilakukan secara mandiri, hasil tes itu tidak diakui oleh pihak Premier League.