Liputan6.com, Jakarta: Peminat senjata dan keris pusaka di Jakarta meningkat. Hal itu terlihat di Pasar Tosan Aji Rawabening, Jatinegara Jakarta Timur, belakangan ini. Setiap hari, jumlah pembeli di pasar yang menawarkan beragam keris dan senjata pusaka itu melonjak. Demikian pemantauan dan informasi yang diperoleh SCTV di pasar itu, baru-baru ini.
Tak hanya keris, tombak, dan senjata pusaka dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Solo, Bali, hingga Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipajang di puluhan dinding kios pasar. Tapi, karya para empu di zaman Kerajaan Majapahit juga menjadi primadona di pasar tersebut. Jenis keris pun beragam. Dari keris bersarung kayu, perak atau emas ukiran, hingga berhiaskan kaligrafi ada di tempat itu.
Menurut Rofiah, pedagang setempat, harga dagangan mereka bervariasi antara seratus ribu hingga puluhan juta rupiah. Angka itu tergantung kualitas dan kelangkaan barang. Para peminat pun tak terbatas kalangan. Rofiah menyebutkan, ada peminat biasa yang membeli barang sebagai cenderamata, dukun hingga pencinta seni.(AWD/Esther Mulyanie dan Zakaria)
Tak hanya keris, tombak, dan senjata pusaka dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Solo, Bali, hingga Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipajang di puluhan dinding kios pasar. Tapi, karya para empu di zaman Kerajaan Majapahit juga menjadi primadona di pasar tersebut. Jenis keris pun beragam. Dari keris bersarung kayu, perak atau emas ukiran, hingga berhiaskan kaligrafi ada di tempat itu.
Menurut Rofiah, pedagang setempat, harga dagangan mereka bervariasi antara seratus ribu hingga puluhan juta rupiah. Angka itu tergantung kualitas dan kelangkaan barang. Para peminat pun tak terbatas kalangan. Rofiah menyebutkan, ada peminat biasa yang membeli barang sebagai cenderamata, dukun hingga pencinta seni.(AWD/Esther Mulyanie dan Zakaria)