Liputan6.com, Ngawi: Kepolisian Resor Ngawi masih menyelidiki kasus kecelakaan perahu di Sungai Bengawan Solo, Mantingan, Senin (7/10). Dalam peristiwa yang terjadi sekitar 30 km arah barat kota Ngawi, Jawa Timur ini enam santri Pondok Pesantren Gontor Putri Dua tewas tenggelam. Keenam jenazah santri kini telah dibawa ke kampung halaman masing-masing. Sedangkan 23 korban lain masih dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat Mantingan dan Rumah Sakit Sragen.
Menurut Kepala Polres Ngawi Ajun Komisaris Polisi Yufianus Mahar, tim khusus sudah dibentuk untuk meneliti kasus itu. Polisi juga memburu tukang perahu bernama Parto Parmin warga Sambirejo, Mantingan, Ngawi, yang berhasil kabur. Yufianus menambahkan, Parto juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut itu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun SCTV para santri itu bermaksud akan bermain ke Kecamatan Karanganyar, Ngawi. Namun sesampai di tengah, tanpa diketahui penyebabnya perahu tiba-tiba pecah [baca: Enam Santri Ponpes Gontor Tenggelam]. Perahu yang mengangkut 29 penumpang itu perlahan-lahan mulai tenggelam. Untunglah, sebagian korban bisa diselamatkan para penambang pasir yang kebetulan berada di lokasi kejadian.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Kepala Polres Ngawi Ajun Komisaris Polisi Yufianus Mahar, tim khusus sudah dibentuk untuk meneliti kasus itu. Polisi juga memburu tukang perahu bernama Parto Parmin warga Sambirejo, Mantingan, Ngawi, yang berhasil kabur. Yufianus menambahkan, Parto juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut itu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun SCTV para santri itu bermaksud akan bermain ke Kecamatan Karanganyar, Ngawi. Namun sesampai di tengah, tanpa diketahui penyebabnya perahu tiba-tiba pecah [baca: Enam Santri Ponpes Gontor Tenggelam]. Perahu yang mengangkut 29 penumpang itu perlahan-lahan mulai tenggelam. Untunglah, sebagian korban bisa diselamatkan para penambang pasir yang kebetulan berada di lokasi kejadian.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)