Terungkap, Ternyata Alvaro Morata Pernah Jadi Anak Gawang

Lima fakta menarik Alvaro Morata yang mungkin belum Anda ketahui.

oleh Gregah NurikhsaniDiterbitkan 11 Juni 2020, 18:50 WIB
Atletico Madrid - Alvaro Morata (Bola.com/Adreanus Titus)

Madrid - Alvaro Morata ternyata punya beragam fakta menarik, mulai dari kecintaannya pada makanan croissant sampai rutinitasnya dulu sebagai ball-boy atau anak gawang.

Alvaro Morata juga pernah berkompetisi di tiga liga berbeda, mulai dari Liga Spanyol, Italia, dan Premier League. Meski kerap tidak diperhitungkan, banyak gol penting lahir dari kaki maupun kepalanya.

Madrid merupakan kota tempatnya lahir, tumbuh, dan berkembang seperti sekarang. Bahkan, ia menghabiskan karier juniornya bersama tiga tim asal ibu kota Spanyol, yakni Atletico Madrid, Getafe, dan Real Madrid.

Karier profesionalnya dimulai di Real Madrid B pada 2010. Kendati demikian, ia beberapa kali masuk ke skuat utama selama empat musim kariernya bersama Los Blancos.

Selepas itu, ia berkelana menuju Juventus selama dua tahun. Sayang, catatan golnya jauh berkurang sehingga ia dikembalikan ke Real Madrid.

Alvaro Morata kemudian dilepas ke Chelsea pada 2017-2018. Namun, mulai musim ini ia dipinjamkan ke Atletico Madrid.

Berikut ini rangkuman lima fakta menarik Alvaro Morata.

 


Jadi Ball-boy

Pemain depan Atletico Madrid, Alvaro Morata saat mengikuti sesi latihan di Atletico de Madrid Sports City di Majadahonda (25/11/2019). Atletico Madrid akan bertanding melawan wakil Italia, Juventus pada Grup D Liga Champions di Allianz Stadium. (AFP/Oscar Del Pozo)

Saat masih anak-anak, ia merupakan ball boy Atleti. Meskipun ia tidak pernah sempat bermain untuk tim utama Atlético de Madrid hingga tahun 2019 dan menjadikan namanya lebih terkenal di rival sekota, Real Madrid, Álvaro sebenarnya tumbuh sebagai penggemar Atleti.

Dia mengambil langkah pertamanya dalam sepak bola di akademi muda Atleti dan menjadi seorang ball boy di stadion lama mereka, Vicente Calderón.

 


Bukan Satu-satunya Alumnus Madrid di Atletico

Gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Osasuna pada laga La Liga di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (14/12). Atletico menang 2-0 atas Osasuna. (AFP/Cristina Quicler)

Perjalanannya pindah ke klub sekota cukup sering terjadi dan banyak rekan setimnya telah melakukan hal serupa. Saul Ñiguez, yang saat ini merupakan punggawa Atleti (bahkan ia menato lambang klub di tangannya), pernah bermain di akademi Real Madrid saat berusia 12 hingga 14 tahun.

Mario Hermoso menghabiskan seluruh karir juniornya di Bernabéu sebelum hijrah ke Espanyol pada tahun 2017, dan kemudian bergabung dengan Atleti dua tahun kemudian; Marcos Llorente berasal dari keluarga legenda Real Madrid dan bergabung dengan Atleti; sementara itu, kiper Antonio Adán pindah dari Los Blancos pada tahun 2013 setelah bersama klub selama 16 tahun.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya