Kunjungan Muh Nuh di Yayasan Ma ' arif Yogyakarta

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh datang berkunjung di salah satu yayasan sekolah swasta di Yogyakarta pada, Minggu (5/8).

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Agustus 2012, 09:57 WIB
Citizen6, Yogyakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh datang berkunjung di salah satu yayasan sekolah swasta di Yogyakarta pada, Minggu (5/8). Kedatangan Muh Nuh kali ini bertujuan untuk melakukan inspeksi pembangunan di yayasan tersebut. Muh Nuh ingin memastikan sendiri apakah sudah ada perubahan yang signifikan terhadap pembangunan fisik di Yayasan Ma’arif yang sekarang telah berstadar sekolah nasional.

Kedatangan Muh Nuh kali ini juga ditujukan sebagai acara silahturahim antara pengurus Yayasan Ma’arif, dinas pendidikan Kota Yogyakarta, siswa Sekolah Ma ' arif dan perwakilan mahasiswa UGM, UNY, dan UIN penerima beasiswa Bidik Misi. Acara silahturahim kali itu berlangsung dengan sangat hangat, bahkan Muh Nuh sempat meminta beberapa siswa dan mahasiswa untuk maju ke panggung serta duduk bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Muh Nuh lalu langsung mewawancara
perwakilan tersebut. Dalam percakapan tersebut Muh Nuh menayakan asal-usul keluarga an cita - cita dari para siswa dan mahasiswa yang duduk bersama beliau.

Salah satu mahasiswa asal UNY jurusan psikologi pendidikan menjawab pertanyaan Muh Nuh, “Saya ingin jadi guru BK saja Pak. ” Kemudian Muh Nuh menyemangati mahasiswa tersebut bahwa, “ nek dokter salah nyuntik paling banter pasiene mati, mari langsung dikubur. Kalau guru mengajar muridnya salah maka akal dan hatinya yang mati. Peran guru itu sangat penting,” kata Muh Nuh dengan dialek Jawa Timurnya. Muh Nuh menegaskan kepada hadirin bahwasanya cita - cita yang diinginkan oleh siswa calon penerima Bidik Misi dan mahasiswa penerima Bidik Misi yang hadir pada acara tersebut, bahwa cita - cita yang diimpikan itu dapat saja terwujud asalkan pemilik cita - cita tersebut mau bekerja keras.

Mahasiswa penerima Bidik Misi dipesan jangan pernah berkecil hati dengan keadaan orang tua masing - masing saat ini. Mahasiswa seharusnya turut aktif mengembangkan diri dan kemampuan demi keluarga dan amanah beasiswa Bidik Misi yang diberikan agar tidak ada hal yang sia-sia. Muh Nuh juga membesarkan hati para orang tua siswa dan siswa Yayasan Ma’arif agar tidak putus asa menghadapi biaya kuliah yang sangat tinggi. Muh Nuh menjelaskan bahwa sekarang telah ada 92.000 mahasiswa yang melanjutkan pendidikan secara gratis melalui beasiswa Bidik Misi.

Muh Nuh juga mengharapkan tidak ada perbedaan syarat penerimaan beasiswa Bidik Misi bagi siswa asal sekolah negeri maupun swasta. Sehingga murid - murid Sekolah Yayasan Ma ' arif dapat mendaftar beasiswa Bidik Misi dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Acara kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kali itu sungguh sangat berkesan kekeluargaan. Muh Nuh sepanjang acara juga bercerita tentang pengalaman hidupnya, bagaimana beliau dapat menjadi seorang Menteri pada saat ini. Kunjungan kali itu juga dihadiri oleh pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika selaku penyelenggara dan penanggungjawab acara kunjungan sekaligus silahturahim Safari Ramadhan kali itu. Acara kemudian ditutup dengan berbuka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah. (Pengirim: Stella Swastika)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya