Jakarta Pesepakbola top dunia kerap dianggap sebagai publik figur. Alhasil, penting bagi para pesepak bola menjaga imej. Meskipun begitu, masih banyak pesepak bola yang melakukan tindakan yang tidak terpuji yang berujung mempermalukan dirinya sendiri.
Pemain Leicester City, James Maddison, baru-baru ini melakukan tindakan yang kurang terpuji. Pesepakbola ini ketahuan pergi ke kasino setelah dipulangkan dari Timnas Inggris karena sakit.
Advertisement
Pemain berusia 22 tahun itu dipulangkan beberapa saat sebelum Timnas Inggris berangkat ke Praha. Kala itu, The Three Lions akan bertandang ke markas Republik Ceska untuk menjalani Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup G, Sabtu (12/10/2019).
Alih-alih beristirahat, Maddison malah terciduk berada di sebuah kasino di London. Melalui foto yang beredar, Maddison terlihat sedang berada di meja taruhan dengan mengenakan hoodie berwarna hitam.
Meskipun ketahuan, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) belum mengonfirmasi tentang kejadian tersebut. Sang pemain juga masih bungkam dengan kabar yang beredar itu.
Selain James Maddison, masih banyak pesepakbola yang pernah mempermalukan dirinya sendiri. Berikut Bola.com merangkum pesepak bola yang mencoreng mukanya sendiri karena tindakan yang tidak terpuji, seperti dilansir dari The Sportster.
Eric Cantona
Mantan pemain Manchester United itu pernah melakukan tindakan yang tidak terpuji saat berada di lapangan. Kala itu, Cantona melancarkan tendangan kung fu kepada pendukung Crystal Palace.
Kejadian tersebut terjadi pada Januari 1995. Eric Cantona memang dikenal sebagai pemain yang kerap melakukan tindakan kontroversial.
Jamie Vardy
Pemain Leicester City, Jamie Vardy, pernah tertangkap kamera memanggil seseorang dari Asia Timur dengan sebutan 'Jepang'. Saat bermain poker, Vardy menyebut "Jap. Yo Jap. Berjalanlah. Berjalanlah. Oi, berjalanlah. Ya kamu, Jap. Berjalanlah."
Akibat perbuatannya tersebut, Jamie Vardy harus mendapatkan denda. Lantaran Vardy dianggap melakukan pelecehan terhadap ras.
Frank Rijkaard
Frank Rijkaard dianggap sebagai satu di antara gelandang terbaik di dunia. Rijkaard merupakan pemain penting saat bermain untuk Ajax Amsterdam dan AC Milan.
Ia berhasil memenangkan tujuh gelar domestik dan tiga trofi Liga Champions. Sayang, torehan luar biasa itu ternoda karena tindakannya saat Belanda melawan Jerman Barat pada Piala Dunia 1990.