Liputamn6.com, Cilacap: Selama bulan Ramadan, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing untuk membangunkan warganya menjelang makan sahur. Seperti yang dilakukan warga Dusun Saliwangi, Desa Tritih Kulon, Cilacap, Jawa Tengah, untuk membangunkan sahur warganya, biasanya mereka menggunakan musik angklung.
"Alat musik ini sudah menjadi tradisi warga di sini untuk membangunkan sahur warga di sekitar desa sini," ujar Suprapto (33), Ketua RT 03 RW 01, saat ditemui Liputan6.com dalam acara Safari Ramadan 2012 di Cilacap, Sabtu (4/8) pagi.
Selain angklung, warga juga biasanya melengkapi dengan alat musik tradisional lainya, seperti bedug dan kentongan serta tata suara sederhana. Warga yang umumnya remaja ini biasanya mulai keliling kampung sekitar pukul 02.30 WIB hingga menjelang imsak.
Uniknya lagi, saat membangunkan warga, selain membacakan salawat, mereka juga biasanya menyanyikan sejumlah lagu pop kesukaan warga. Setelah membangunkan dengan alat musik angklung, salah seorang warga memberi peringatan atau woro-woro kepada warga melalui alat pengeras suara di masjid. Woro-woro ini biasanya dilakukan 30 menit menjelang batas akhir waktu sahur.(ADO)
"Alat musik ini sudah menjadi tradisi warga di sini untuk membangunkan sahur warga di sekitar desa sini," ujar Suprapto (33), Ketua RT 03 RW 01, saat ditemui Liputan6.com dalam acara Safari Ramadan 2012 di Cilacap, Sabtu (4/8) pagi.
Selain angklung, warga juga biasanya melengkapi dengan alat musik tradisional lainya, seperti bedug dan kentongan serta tata suara sederhana. Warga yang umumnya remaja ini biasanya mulai keliling kampung sekitar pukul 02.30 WIB hingga menjelang imsak.
Uniknya lagi, saat membangunkan warga, selain membacakan salawat, mereka juga biasanya menyanyikan sejumlah lagu pop kesukaan warga. Setelah membangunkan dengan alat musik angklung, salah seorang warga memberi peringatan atau woro-woro kepada warga melalui alat pengeras suara di masjid. Woro-woro ini biasanya dilakukan 30 menit menjelang batas akhir waktu sahur.(ADO)