5 Fakta Kehidupan Luka Modric: Jadi Korban Perang Yugoslavia

Meski menorehkan prestasi bersama Real Madrid dan Timnas Kroasia, Luka Modric memiliki masa kecil yang kelam karena pernah menjadi korban perang.

oleh Rizki HidayatDiterbitkan 28 Mei 2020, 14:50 WIB
Gelandang Real Madrid, Luka Modric, mengangkat trofi Liga Champions di Monumen Cibeles, Madrid, Minggu (27/5/2018). Real Madrid menggelar pawai kemenangan bersama fans usai menjuarai Liga Champions 2018. (AP/Francisco Seco)

Jakarta Luka Modric adalah salah satu gelandang tengah terbaik di dunia. Meski sudah menorehkan prestasi bersama Real Madrid dan Timnas Kroasia, Modric memiliki masa kecil yang kelam karena pernah menjadi korban perang.

Luka Modric lahir pada 9 September 1985 dan dibesarkan di sebuah dusun kecil bernama Modrici, bagian dari Zaton Obrovacki, sebuah desa yang terletak di lereng selatan gunung Velebit, utara kota Zadar.

Modric mulai menimba ilmu sepak bola bersama klub lokal, NK Zadar, dari 1996 sampai 2000. Kemudian pada usia 16 tahun, Luka Modric pindah ke Dinamo Zagreb.

Setelah sempat memperkuat tim muda Dinamo Zagreb, Modric sempat dipinjamkan ke Zrinjski Mostar dan Inter Zapresic. Dia akhirnya mendapat kesempatan membela tim utama Dinamo Zagreb pada musim 2004-2005.

Bersama Zagreb, kemampuan Luka Modric semakin berkembang. Dia berhasil mencetak 32 gol dari 128 penampilan di seluruh ajang. Modric juga membantu Dinamo Zagreb meraih enam gelar juara, termasuk tiga trofi Liga Kroasia.

Penampilan impresif Luka Modric bersama Zagreb membuat Tottenham Hotspur kepincut. Dia ditebus Tottenham dari Dinamo Zagreb dengan banderol 16,5 juta poundsterling pada musim panas 2008.

Karier Modric bersama The Lilywhites berjalan mulus. Selama empat musim berseragam Tottenham Hotspur, Luka Modric berhasil mencetak 17 gol dan 27 assist dari 160 penampilan di seluruh ajang. Sayangnya, dia gagal membawa Spurs merengkuh satu pun titel juara.

 


Bersinar di Real Madrid

Gelandang Real Madrid asal Kroasia, Luka Modric, menunjukan trofi saat malam penghargaan Ballon d'Or di Paris, Senin (3/12). Dirinya berhasil meraih gelar Ballon d'Or. (AFP/Franck Fife)

Luka Modric kemudian dilirik raksasa La Liga, Real Madrid. Dana 30 juta poundsterling dikeluarkan Madrid demi bisa meminang Modric dari Tottenham pada 27 Agustus 2012.

Akan tetapi, awal karier pemain berusia 34 tahun itu bersama Los Blancos tak berjalan mulus. Pada musim pertama di Real Madrid, dia hanya mencetak empat gol dari 53 penampilan di seluruh ajang.

Namun, Modric terus bekerja keras hingga akhirnya mampu menjadi jendral lapangan tengah Madrid. Luka Modric membantu Real Madrid merengkuh 16 trofi juara, beberapa di antaranya adalah satu gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.

Lanjut Baca:

Kariernya di Timnas Kroasia juga cukup bersinar. Luka Modric berhasil mencatatkan 127 caps dan mencetak 16 gol. Dia berperan besar membantu Kroasia menembus final Piala Dunia 2018. Koleksi trofi Luka Modric semakin lengkap setelah mendapatkan penghargaan pribadi. Modric dinobatkan sebagai UEFA Men's Player of the Year Award 2017-2018, The Best FIFA Men's Player 2018, dan Ballon d'Or 2018. Dibalik segudang prestasi yang ditorehkan, Luka Modric memiliki berbagai kisah dalam hidupnya, mulai dari korban perang pada masa kecil, nyaris bergabung ke Barcelona, dan dicap pembelian terburuk. Berikut ini adalah lima fakta Luka Modric seperti dilansir La Liga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya