Liputan6.com, Bekasi - Menteri Sosial Juliari P Batubara, menghadiri pemberian bantuan sosial paket sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Kota Bekasi. Sebanyak 197.380 paket sembako diserahkan kepada masyarakat di dua titik lokasi.
Juliari didampingi Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto disambut hangat oleh warga. Mereka antusias menerima bantuan sembako Presiden tahap pertama itu.
Advertisement
"Kami mengapresiasi antusias Kementerian Sosial, sangat memperhatikan kepada masyarakat Kota Bekasi," kata Tri di Bekasi, Sabtu (9/5/2020).
Menurutnya, penerima bansos Presiden ini merupakan warga di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemkot Bekasi, ujar Tri, dalam hal ini bergerak cepat dan tanggap dalam mendistribusikan bansoskepada warga terdampak Covid-19.
"Kita juga terus mencari-cari info bagi warga yang belum mendapat bantuan, kita terus data," ungkap Tri.
Pemkot Bekasi juga mengimbau warga yang belum terdaftar dalam DTKS ataupun yang belum menerima bantuan sosial pusat dan daerah, agar secepatnya didata oleh RT/RW setempat.
"RT/RW langsung kroscek terhadap warganya yang belum masuk dalam daftar atau belum menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah," paparnya.
Mensos Apresiasi
Sementara terdapat dua titik pemberian bantuan sosial Presiden yang dihadiri Juliari, yaitu RW 23 Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan dan Perumahan Kencana, Jakasetia, Bekasi Selatan.
"Saya turut hadir menyampaikan langsung bansos Presiden tahap pertama Bodetabek di Kota Bekasi, bagi keluarga-keluarga yang terdampak Covid-19," kata Juliari.
Dalam kesempatan tersebut, sang menteri juga mengapresiasi tindakan Pemkot Bekasi yang memberikan stiker kepada para penerima paket sembako saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid pertama.
Menurut dia, langkah ini cukup baik, karena penerima bantuan bisa dengan mudah diketahui, sehingga mencegah terjadinya dobel bantuan.
"Ini hal yang sangat bagus yang bisa diterapkan oleh daerah lain," tandasnya.