5 Pasangan Bek Sayap Tangguh dan Berbahaya

Berikut lima bek sayap yang solid dan kukuh bak mengawal sisi sayap, di sepanjang sejarah sepak bola dunia.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 06 Mei 2020, 19:45 WIB
Kabar buruk kembali menimpa Serie A Italia. Legenda sekaligus petinggi AC Milan, Paolo Maldini, positif terpapar virus corona. (AP/Emilio Andreoli)

Jakarta Posisi striker biasanya mendapat sorotan lebih besar di kancah sepak bola berkat gol-gol yang banyak lahir dari mereka. Semakin banyak gol yang tercipta, posisi penyerang makin banjir pujian.

Posisi yang penting tapi terkadang terpinggirkan dari sorotan adalah bek sayap. Bahkan, biasanya posisi ini kalah bersinar dibanding bek tengah. 

Posisi bek sayap juga terkadang berada di bawah bayang-bayang gelandang sayap. Padahal peran bek sayap sangat vital, baik saat bertahan maupun mengawali serangan balik, terutama dari sisi lapangan. 

Peranan bek sayap bisa berbeda-beda, karena tergantung karakteristik pelatih dan taktik yang diterapkan. Ada pelatih yang pilih meminta para bek sayapnya fokus menjaga daerah pertahanan, alias jangan terlalu sering merangsek ke depan atau ke daerah pertahanan lawan. 

Tapi, ada juga pelatih yang malah mendorong bek sayap menusuk dan mengawali skema serangan balik yang cepat. Terkadang ada bek yang terus bergerak naik-turun di sisi lapangan tanpa kenal lelah karena harus menjaga daerah pertahanan sekaligus membantu serangan. 

Sepanjang sejarah sepak bola modern mencuat beberapa pasangan full-back yang solid, kukuh dalam bertahan, dan mahir mengawali serangan. 

Berikut ini lima di antara pasangan bek sayap yang solid sepanjang masa, seperti dilansir dari Sportkeeda, Selasa (5/5/2020). 

 


5. Trent Alexander-Arnold – Andrew Robertson (Liverpool)

Para pemain Liverpool, Andrew Robertson, Trent Alexander-Arnold dan James Milner saat melakukan latihan jelang laga Liga Champions di Liverpool, Selasa (16/4). Liverpool akan berhadapan dengan FC Porto. (AFP/Paul Ellis)

Kebangkitan Liverpool dalam beberapa musim terakhir tak lepas dari taktik ultra-attacking football ala sang pelatih, Jurgen Klopp. Ada dua elemen penting penunjang dari keberhasilan taktik tersebut, yaitu serangan dengan tekanan tinggi dan full back yang tak lelah menyisr sisi lapangan.

Dalam urusan full-back andal Liverpool punya duo andalan Trent Alexander-Arnold (kanan) dan Andrew Robertson (kiri). Sejak 2017 mereka perlahan menjadi bagian penting transformasi klub.

Pada musim 2017-2018, Liverpool mulai menyuguhkan permainan dengan banyak gol dan menyusahkan lawan dengan permainan cepat. Alexander-Arnold dan Robertson berperan signifikan dengan tak lelah berlari selama 90 menit di setiap laga. Musim itu, The Reds melangkah hingga final Liga Champions tapi digagalkan Real Madrid untuk naik podiu tertinggi.

Lanjut Baca:

Kolaborasi Alexander-Arnold dan Robertson di sisi kanan dan kiri makin matang pada musim 2018-2019. The Reds berhasil merengkuh trofi Liga Champions, tapi gagal menjuarai Premier League karena kalah bersaing dengan Manchester City. Musim itu Arnold-Robertson menyuguhkan permainan ala full-back modern. Arnold membukukan 12 assist pada musim itu, sedangkan Robertson 11 assist. Apa keunggulan kedua pemain? Mereka sama-sama fit, berani menyerang setiap ada kesempatan, dan tak terlalu khawatir timnya kebobolan. Mereka juga punya kemampuan umpan silang yang mumpuni dan sangat cepat. Pada musim ini Alexander-Arnold membukukan 12 assist (posisi kedua di Premier League), sedangkan Roberton mengukir 7 assist. Mereka merupakan pemain yang tak punya rasa takut, agresif, kejam, dan lahir sebagai pemenang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya