6 Sketsa Didi Kempot Karya Warganet, Salah Satunya dari Anak Mario Teguh

Beberapa jam setelah Didi Kempot meninggal dunia, warganet berkreasi membuat sketsa almarhum. Keren sekaligus mengharukan. Simaklah!

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 05 Mei 2020, 21:00 WIB
Didi Kempot. (Fimela.com/Bambang E. Ros)

Liputan6.com, Jakarta Meninggalnya Didi Kempot pada Selasa (5/5/2020) di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 7.30 pagi, menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan para sobat ambyar se-Tanah Air.

Meninggal di usia 53 tahun, Didi Kempot dinilai berjasa besar mengangkat martabat campursari yang selama ini dinilai genre musik pinggiran. Warganet meluapkan kepedihannya dengan beragam cara.

Dari menulis ungkapan duka via status teks hingga membuat sketsa atau gambar wajah Didi Kempot. Semuanya keren dan kreatif.

Namun izinkan Showbiz Liputan6.com memilih 6 sketsa Sang Maestro Campursari Indonesia. Menilik 6 sketsa keren ini bikin bangga sekaligus haru. Selamat menyimak.


1. Didi Kempot dan Kembang Mawar

Sketsa Didi Kempot karya Ario Kiswinat Teguh. (Foto: Instagram @kiswinar)

Masih ingat Ario Kiswinar Teguh, putra motivator Mario Teguh? Melalui akun Instagram terverifikasi miliknya, Kiswinar mengunggah lukisan wajah Didi Kempot dalam format semi-monokrom.

Wajah almarhum dilatari beberapa kembang mawar warna merah, dedaunan, dan garis-garis vertikal merah tua.

Menyertai sketsa apik ini, Kiswinar mengucap salam perpisahan. "Sugeng tindak, Pakdhe. Ambyar saklawase (selamat jalan, Pakdhe. Hatiku hancur selamanya)," tulis Kiswinar. 


2. Didi Bertemu Glenn Fredly

Sketsa Didi Kempot karya Archa Bella. (Foto: Instagram @archa_bella)

Sketsa hitam putih karya Archa Bella ini bikin mata berkaca-kaca. Ia seolah hendak mengingatkan kita bahwa industri musik Tanah Air bertubi-tubi ditinggal talenta terbaiknya. Bulan lalu, Pangeran Pop Glenn Fredly. Kini, Raja Campursari.

Warganet ini membayangkan, Glenn Fredly dan Didi Kempot kini berjumpa di keabadian.

"Happy Reunion Bro. Heaven's door is open for you. Rest in Peace (Selamat bereuni, Bro. Pintu Surga terbuka untukmu. Istirahat dalam tenang)," tulisnya menyertai sketsa ini.


3. Didi Kempot Dalam Monokrom

Sketsa Didi Kempot karya Galih. (Foto: Instagram @galihsatr)

Sebuah sketsa monokrom wajah Didi Kempot menengadah ke atas ini terasa dramatis. Seolah tersusun dari garis-garis tak beraturan yang kemudian saling bertaut membentuk wajah musisi kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 itu. Sketsa ini karya ilustrator bernama Galih, berbasis di Yogyakarta.

Mengiringi sketsa ini, ia mengutip ujaran Didi Kempot bunyinya, "Opo wae sing dadi masalahmu, kuwat ora kuwat kowe kudu kuwat, tapi misale kowe uwis ora kuwat tenan, yo kudu kuwat (apapun masalahmu, kuat tidak kuat kamu harus kuat. Kalau ternyata kamu sudah tidak sanggup lagi, ya harus tegar)."

Lanjut Baca:

Menyaksikan sketsa karya warganet dengan akun Instagram @rawkez13 ini seketika mengingatkan kita pada gelar yang belakangan melekat pada Didi Kempot yakni, The Godfather of Broken-Heart. Ia melukis Didi Kempot dengan beskap dan belangkon hitam berikut kain jarit motif parang.  Didi Kempot berdiri seraya mendekap hati merah yang babak belur, penuh dengan pelester. "Selamat jalan sang maestro musik campursari Indonesia, pakde didi kempot," tulisnya melengkapi gambar tersebut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya