Top 3: Kematian Akibat Corona AS Akan Lebih Parah dari Flu 1967 Jadi Sorotan

Berita paling populer di kanal Global edisi Jumat 1 Mei 2020 menyorot angka kematian di AS hingga masalah kebersihan yang terjadi di Korea Utara di tengah pandemi.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 01 Mei 2020, 09:58 WIB
Petugas melangkahi sejumlah jenazah yang diduga korban virus corona COVID-19 dalam trailer berpendingin di Kingsbrook Jewish Medical Center, Brooklyn, New York, AS, 3 April 2020. Menurut Universitas Johns Hopkins, total kasus COVID-19 secara global sebanyak 1.286.409. (AP Photo/John Minchillo)

Liputan6.com, Jakarta - Angka kematian akibat Virus Corona COVID-19 di Amerika Serikat yang kini sudah melebihi 60.000, diprediksi bakal lebih parah dari musim flu terburuk yang pernah terjadi di sana pada tahun 1967. 

Kala itu, 100.000 orang meninggal akibat flu. Berita ini pun menjadi yang paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Jumat 1 Mei 2020. 

Tak kalah menarik, berita terpopuler selanjutnya mengenai kemungkinan menggugat China atas pandemi yang terjadi. 

Seorang pengamat, Hikmahanto Juwana memberikan pandangannya serta kemungkinan bagi negara-negara untuk menggugat China terkait kerugian yang telah diderita seluruh dunia dari berbagai segi. 

Selanjutnya, Korea Utara masih memiliki berbagai teka-tekinya sendiri ketika tengah menghadapi pandemi Corona COVID-19 ini. Di saat negara itu masih belum melaporkan satu kasus pun, para ahli kini mempertanyakan sistem kesehatan di sana.

Pasalnya, bahkan sebelum pandemi pun, Korea Utara diketahui memiliki sistem kesehatan yang buruk. Tak hanya itu, sistem sanitasi pun dinilai tak memadai apalagi di tengah pandemi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kebersihan dirinya hingga dua kali lipat. 

Berikut ini artikel terpopuler kanal Global dalam Top 3 Global Liputan6.com edisi Jumat, (1/5/2020):

1. Kematian Tembus 60.000, Pandemi Corona AS Bakal Lebih Mematikan dari Wabah Flu Sejak 1967

Patung The Fearless Girl yang dipasangi masker terlihat di depan Bursa Efek New York selama pandemi COVID-19 di New York, Amerika Serikat, Senin (27/4/2020). Menurut Center for Systems Science and Engineering di Universitas Johns Hopkins, kasus COVID-19 di AS melampaui 1 juta. (Xinhua/Michael Nagle)

Kematian yang terjadi di AS akibat Virus Corona COVID-19 telah mencapai 60.000 pada Rabu 29 April 2020. Dari angka tersebut, diperkirakan bahwa wabah yang terjadi saat ini akan segera lebih mematikan daripada musim flu sejak 1967, menurut penghitungan Reuters.

Musim flu terburuk Amerika dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2017-2018 ketika lebih dari 61.000 orang meninggal, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Mengutip Channel News Asia, Kamis (30/4/2020), satu-satunya musim flu yang mematikan adalah pada tahun 1967 ketika sekitar 100.000 orang Amerika meninggal, 1957 ketika 116.000 meninggal dan flu Spanyol tahun 1918 ketika 675.000 meninggal, menurut CDC.

Selengkapnya di sini...

2. Bisakah Menggugat China ke Pengadilan Soal Pandemi Virus Corona COVID-19?

Para petugas medis yang datang dari luar Wuhan dalam membantu kota selama wabah virus corona COVID-19 megibarkan bendera China saat upacara perpisahan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Rabu (15/4/2020). Wuhan menjadi pusat penyebaran COVID-19. (AP Photo/Ng Han Guan)

Baru-baru ini Presiden Donald Trump menyampaikan hendak menuntut China, atas kerugian yang diderita oleh AS akibat penyebaran pandemi Corona COVID-19.

Sebuah koran di Jerman pun melakukan kalkulasi kerugian yang diderita negaranya. Di Inggris juga ada pihak yang mengungkap hal senada.

Bahkan, di AS Jaksa Agung negara bagian Missouri telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan setempat.

Seorang pengamat sekaligus Guru Besar Hukum Internasional UI dan rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Hikmahanto Juwana pun membagikan pandangannya terkait masalah ini. 

Baca selengkapnya...

3. Kekurangan Sabun dan Air Bersih, Bagaimana Korut Hadapi Corona COVID-19?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi kompetisi penembakan artileri di Korea Utara, Jumat (20/3/2020). Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ketika dunia menghadapi pandemi virus corona COVID-19. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Korea Utara mengaku tidak memiliki kasus Virus Corona (COVID-19) meski negara mereka berbatasan langsung dengan China. Berbagai pertanyaan pun muncul, terutama mengingat fasilitas medis Korut yang kekurangan air bersih dan sabun. 

Dilaporkan ABC Australia, Kamis (30/4/2020), media milik pemerintah Korea Utara mengklaim pemerintah Ki Jong-un berhasil menangangi COVID-19, karena sejauh ini tidak sama sekali mencatat adanya kasus corona. Pakar kesehatan tidak langsung percaya. 

Simak cerita lengkapnya di sini...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya