5 Rahasia Lockdown Vietnam Berakhir Tanpa Korban Jiwa

Lockdown Vietnam untuk menyetop penyebaran virus corona covid-19 sukses berakhir tanpa korban jiwa.

oleh Liputan6.comDiperbarui 25 April 2020, 14:04 WIB
Penduduk memakai masker mengantre dengan tertib saat akan mengikuti pengujian Covid-19 di pusat pengujian dekat rumah sakit Bach Ma, Hanoi, Vietnam (31/3/2020). Warga Vietnam antusias mengikuti tes Covid-19 dengan tertib di tengah masifnya penyebaran Covid-19 di dunia. (AFP/Manan Vatsyayana)

Liputan6.com, Jakarta- Lockdown Vietnam untuk menyetop penyebaran virus corona covid-19 sukses berakhir tanpa korban jiwa. Padahal, mereka berbataan langsung dengan China. Sukses ini pun jadi perhatian dunia.

Lockdown dimulai pada awal April lalu sehingga banyak bisnis yang harus tutup, tetapi kini sudah dilonggarkan.

Apa jurus yang dipakai Vietnam sehingga lockdown melawan Virus Corona berhasil? Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi, pemerintah setempat berhasil mengambil respons cepat, sehingga virus bisa dibendung. 

"Jadi kebijakannya cepat di lapangan. Dan itu mungkin yang membantu sehingga kasusnya tidak banyak merebak," ujar Dubes Ibnu Hadi dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com beberapa waktu lalu. 

Dubes Ibnu Hadi turut mengungkap jurus-jurus pemerintah Vietnam agar rakyatnya patuh dengan lockdown, bahkan identitas masyarakat bisa diungkap bila kena Virus Corona. 

Dan berikut 5 jurus Vietnam saat lockdown demi menangkal Virus Corona, seperti yang dikutip dari wawancara bersama Dubes Ibnu Hadi:


1. Pemerintah Vietnam Tidak Meremehkan Virus Corona

Pemerintah Vietnam tidak menganggap enteng Virus Corona baru. Ketika ramai kabar Virus Corona di China, segala acara yang memancing keramaian langsung dicegah.

Antisipasi Vietnam mengingat negaranya dekat dengan China, sehingga otomatis situasi mereka lebih berisiko. 

"Begitu di China ramai, mereka langsung waspada," kata Dubes Ibnu Hadi. 

"Jadi saya perhatikan seminggu sebelum hari raya Imlek atau tahun baru Lunar, tahun baru China yang jatuh pada 26 Januari mereka sudah ambil ancang-ancang. Di sini namanya Imlek kan banyak kemeriahan ada kembang api, ada perayaan, itu tidak ada. Langsung di-cut. Jadi tidak ada massa berkumpul," ujar Dubes Ibnu. 


2. Identitas yang Terinfeksi Virus Corona Diungkap

ilustrasi bendera Vietnam (AFP)

Dubes Ibnu Hadi berkata Vietnam memakai cara yang sangat tegas, salah satunya dengan membuka identitas orang yang kena Virus Corona. Tempat-tempat yang dikunjungi orang tersebut juga dilacak.

"Dalam hal penangangan kasus, saya lihat juga mereka all-out dalam pengertian sampai ke titik agak mencampuri urusan pribadi atau privacy. Jadi kalau ada satu kasus itu kita langsung tahu namanya siapa, alamatnya di mana, dia itu ke mana saja," ucap Dubes Ibnu Hadi.

Lanjut Baca:

Lewat kebijakan ini, semua orang tahu di mana lokasi orang yang terinfeksi Virus Corona baru. "Kita semua tahu di daerah sini ada penderita COVID-19. Jadi kelihatan dan di-list mereka ke mana saja. Jadi kalau dia ke supermarket, supermarketnya tutup. Kalau dia ke karaoke, karaokenya tutup. Kalau ke restoran, restoran ini tutup," ujar Dubes Ibnu Hadi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya